Pustaka
Bahasa Indonesia
Bab
Pengaturan

Bab 7. Suami Rahasia

7. Suami Rahasia

Tak berapa lama mobil yang mereka kendarai pun sampai di tempat tujuan, ternyata di tempat itu sudah ada dua orang teman Mona yang sedang menunggu.

"Kalian! Jenny, Lala!" seru Mona.

"Hai Say! Dari tadi di tungguin kemana aja Beb?" ucap Jenny yang langsung memeluk tubuh Mona.

"Oh iya, gimana kabar suami? Sehat?" tanya Lala seraya ikut memeluk Mona dan Jenny.

"Ssstttttt .... Jangan bahas disini, ayo!" tutur Mona gelagapan, seraya membekap mulut Lala.

"Gladis, kamu urus dulu yang ada di sini ya!" perintah Mona kemudian.

"Baik Mbak!" jawab Gladis.

Gadis itu tampak kebingungan dengan tingkah atasannya, dan samar-samar tadi dia mendengar kata suami.

*Suami? Siapa? Apa Mbak Mona sudah menikah? Kapan? Kok tidak ada pesta besar-besaran?* Dalam hati Gladis membatin.

"Oh iya, teman-teman Mbak Mona mau minum apa?" tanya Gladis kemudian.

"Seperti biasa saja," ucap Mona sambil menyeret kedua temannya menjauh dari toko, dan menuju ke ruang kerjanya yang terdapat di bagian dalam butik.

Setelah sampai di depan ruangan tempatnya bekerja, Mona langsung menarik kedua tangan temannya itu untuk masuk, kemudian segera menutup rapat pintunya.

"Kalian ngapain sih bahas-bahas si sopir itu!" gerutu Mona kesal, sembari menjatuhkan bobot tubuhnya di salah satu kursi di ruangan itu.

"Biar sopir gitu dia sekarang suami kamu Say!" celetuk Lala yang ikut duduk di samping Mona.

"Iya nih Mona, ngapain coba benci-benci gitu. Nanti jadi jatuh cinta, baru tahu rasa!" imbuh Jenny kemudian.

"Nggak bakal, dan nggak akan pernah!" tegas Mona.

"Kamu pernah dengar nggak kata orang bijak dulu, *Witing Tresno Jalaran Soko Kulino*. Cinta itu bisa datang karena terbiasa bersama, itu artinya bisa saja kamu jatuh cinta lagi ke Ahmad!" ucap Lala menggurui.

"Apa! Aku, jatuh cinta lagi ke dia? Dih, ogah! Lelah buk, yang di pikiran dia hanya gadis lain! Dia juga selalu bersikap dingin ke aku!" seloroh Mona melipat kedua tangannya di dada.

"Kamu juga selalu ketus ke dia, Mona sayang!" sahut Lala menimpali.

"Kalau kamu nggak mau, buat aku aja deh. Aku mau kok sama mas Ahmad, orang ganteng gitu kok!" tukas Jenny kemudian.

"Emang dia mau sama kamu?" cibir Lala menimpali ucapan Jenny.

"Emang aku sejelek itu apa? Sampai Ahmad menolak pesonaku!" sambung Jenny mengibaskan rambutnya.

"Pesona apa? Orang masih jomblo gitu!" cibir Lala.

"Kamu boleh ambil dia, nanti kalau aku sudah lahiran. Aku bakal cerai dengan sopir itu, setelah bayiku lahir!" tutur Mona yang mengejutkan dua sahabatnya itu.

"Apa maksud kamu Mona! Kamu serius?" tukas Lala tak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar.

"Aku serius. Bahkan aku sudah membuat kontrak perjanjian dengannya semalam, dan kami sudah menandatanganinya. Setelah aku melahirkan, kami akan segera bercerai. Jadi, semua orang nggak ada yang tahu aku nikah sama sopir itu, kecuali keluarga inti dan kalian. Jadi jangan pernah sebut-sebut dia suamiku di depan orang lain!" terang Mona menjelaskan.

"Apa dia tidak keberatan dengan permintaanmu!" tanya Lala menyelidik.

"Ahmad tidak keberatan dan langsung menandatanganinya begitu aku memintanya, jadi dia akan menceraikan aku saat anak ini lahir!" jelas Mona kemudian.

"Jadi, dia suami rahasia kamu gitu!" ujar Jenny.

"Iya. Lagipula aku masih menunggu Brian, aku masih cinta sama Brian!" ucap Mona dengan wajah sedih.

"Sabar ya Mon," kata Lala.

"Iya, yang sabar ya!" imbuh Jenny.

"Aaahh jadi syeeediiih, peluk!" ucap Jenny dengan gaya manja sambil memeluk Mona dan Lala.

Begitulah Jenny, anaknya manja jika bersama orang terdekatnya. Sangat berbanding terbalik dengan tampilannya yang cantik dan elegan, juga profesinya sebagai foto model.

"Oh iya, ngomong-ngomong. Kok Mariska tumben nggak ikut bareng kalian? Kemana dia? Waktu hari pernikahanku juga, dia nggak datang kan?" tanya Mona.

"Emm, Mariska ...!" jawab Lala dan Jenny menggantung.

"Itu sebenarnya yang mau kita omongin ke kamu, tapi kamu jangan kaget ya Mon?" tutur Lala.

"Sebenarnya, Mariska ....

***

Unduh sekarang dan klaim hadiahnya
Scan kode QR dan unduh aplikasi Hinovel