BAB 9 TERTANGKAP
Hay! Nona dan Tuan...
Selamat datang di novel fantasi. Silakan bikin kopi atau jus, ambil snack, dan....
Happy reading!!!
-------------------------------------------------------------
Kakinya perlahan-lahan mendekati pintu, sementara suara tangisan mulai menghilang. Namun, suara tetesan air masih terdengar, dan tiba-tiba langkah Liu Yifen terhenti saat melihat sosok bayangan berdiri di depan pintu. Liu Yifen merasa tidak takut, karena bagaimana mungkin hantu bisa menginjak tanah?
Liu Yifen yakin bahwa sosok tersebut adalah orang yang masih hidup. Namun, dia terkejut ketika sosok itu mulai menggedor pintu dengan kebrutalan.
BUNG! BUNG! BUNG!
Liu Yifen berpikir bahwa si pengacau ingin membuktikan keberadaannya pada Liu Yifen dan menakutinya dengan memukul-mukul pintu kamarnya dengan keras.
Dia bergumam, "Sepertinya orang itu sangat sombong dan tidak tahan dengan provokasi yang aku lakukan."
Liu Yifen memikirkan apa yang harus dilakukan. Dia tidak boleh terburu-buru dalam mengambil tindakan, karena tindakan yang akan diambilnya memiliki risiko.
Apakah dia harus berpura-pura ketakutan agar si pengacau menyadari rasa takut yang dirasakannya? Ataukah langsung membuka pintu? Selain itu, Liu Yifen sangat penasaran dengan si pengacau. Dengan membiarkan si pengacau masuk, rasa penasarannya akan terjawab, bukan?
Akhirnya, Liu Yifen memilih pilihan kedua. Rasa penasarannya lebih dominan, meskipun dia menyadari bahwa akan ada harga yang harus dibayarnya nanti.
Dia membuka pintu kamarnya dengan rencana untuk memancing si pengacau dan menangkapnya. Liu Yifen memilih pilihan kedua bukan hanya karena rasa penasarannya yang tinggi.
Namun, ada alasan lainnya. Dia teringat dengan rumor bahwa roh kandidat yang tenggelam adalah roh yang gentayangan.
Padahal, belum tentu gadis malang itu adalah korban. Kehidupannya di alam baka pasti tidak tenang karena orang lain membicarakan hal buruk tentangnya.
Kalimat-kalimat tersebut terlintas dalam pikiran Liu Yifen saat mendengar ketakutan dan kegelisahan Qinglian saat bercerita kemarin.
Liu Yifen beringsut di balik pintu, bersembunyi di sana. Dia membuka pintu perlahan-lahan, tanpa membuat suara, seolah-olah pintu itu didorong oleh angin.
Yap!
Si pengacau tampak memandang kegelapan yang menyapu pandangannya, namun matanya mengitari kamar Liu Yifen, seolah-olah mencari keberadaan Liu Yifen. Tanpa curiga, si pengacau masuk tanpa ragu di hatinya.
Tanpa sepengetahuan si pengacau, Liu Yifen mengambil selimut tipis yang telah dia persiapkan di atas meja. Liu Yifen membungkus mulut si pengacau, lalu berlari ke pintu dan keluar.
Si pengacau menggerutu dalam hati saat terjebak dalam selimut, sementara Liu Yifen mengunci pintu dari luar.
"Ah, selesai juga! Rencana selanjutnya," ujar Liu Yifen dengan senyuman puas di wajahnya.
Liu Yifen mengambil napas dan berteriak, "Tolong! Ada pencuri!" dengan suara yang lantang.
Teriakan Liu Yifen bergema, lampu-lampu di halaman menyala satu per satu, dan orang-orang bergegas menuju kamar Liu Yifen, berkumpul di depan pintu.
Dengan raut panik yang terpancar jelas, Liu Yifen kembali berteriak, "Semuanya! Pencuri itu... aku mengurungnya di dalam kamarku!"
Tiba-tiba, para kandidat mulai berdebat satu sama lain. Ada yang takut dan tidak berani menghadapinya, sementara ada yang penasaran dan mendesak untuk melihat wujud setan tersebut, sehingga mereka melayangkan berbagai pertanyaan pada Liu Yifen yang tampak kewalahan.
Liu Yifen memberi instruksi agar semua orang tetap tenang dan sabar, dia akan membuka pintu. Para kandidat pun mengikuti instruksinya, dan suasana menjadi hening. Liu Yifen mulai membuka pintu perlahan-lahan.
Saat pintu terbuka, semua orang dan Liu Yifen sendiri terkejut. Ternyata orang yang berpura-pura menjadi setan adalah...
Nata Qinglian muncul di hadapan mereka dengan rambut yang acak-acakan, seolah-olah dia baru saja terlibat dalam pertarungan.
Dengan wajah yang memerah dan pandangan tajam yang ditujukan pada Liu Yifen, Nata Qinglian langsung bersuara. "Jangan dengarkan omong kosong gadis ini!" serunya dengan emosi.
Dia menunjuk jari ke arah wajah Liu Yifen. "Jelas-jelas kamu yang mengurungku di dalam, ini adalah perangkap kotor yang kamu rencanakan," lanjut Nata Qinglian.
Liu Yifen sebenarnya sudah merasa ada yang tidak beres dengan sikap Nata Qinglian sejak pagi tadi, tetapi dia mengabaikan perasaan itu karena hanya sebatas hipotesis sementara.
Mendengar ucapan Nata Qinglian yang menusuk dan tuduhannya yang tidak berdasar, beberapa mata terpandang ke arah Liu Yifen.
Namun, Liu Yifen tetap tenang menghadapi Nata Qinglian. Wajahnya sempat terkejut, kemudian berubah menjadi panik tingkat akut, dan dia menutup mulut sambil memandang dengan mata melotot.
Liu Yifen mengarahkan telunjuknya ke arah Nata Qinglian dan berbalik badan. "Lihatlah, Nata, gadis yang kita kenal dengan kelembutannya tidak mungkin tiba-tiba menjadi begitu kasar, bukan? Mungkin...," ujar Liu Yifen dengan kata-kata yang tergantung di udara.
Tepukan keras terdengar. "Dia pasti telah dirasuki oleh roh kuno dari kampung halamanku." Liu Yifen mendekat ke arah Nata Qinglian yang masih menatapnya dengan mata tajam.
Dalam hati, Liu Yifen tertawa. "Kamu pikir kamu bisa melawanku? Mimpi saja."
Liu Yifen menjauh dari mereka sambil meminta persetujuan dari yang lain yang hanya diam saja.
Tiba-tiba, suara Xian menyahuti perkataan Liu Yifen dengan penuh kebencian, karena dia yakin bahwa Nata Qinglian telah dijebak oleh Liu Yifen, si rubah licik itu.
"Tunggu apa lagi? Masih saja menunjukkan kehebatanmu di situ, ayo tunjukkan! Keluarkan jurusmu lagi," sindir Xian dengan nada mengejek, wajahnya penuh dengan penghinaan.
Setelah itu, terdengar sorakan dari para kandidat yang semakin tidak sabar dengan apa yang akan dilakukan oleh Liu Yifen.
Dengan wajah yang tenang, Liu Yifen mengeluarkan sepasang sumpit dari balik pakaiannya, sambil tertawa konyol di depan mereka semua. Kemudian, dia meminta dua kandidat untuk memegang Nata Qinglian.
"Kamu!"
"Kamu!"
Dua kandidat yang dipilih mendekat ke arah Nata Qinglian. Nata tampak bingung saat kedua tangannya dipegang dengan kuat.
"Lepaskan aku, kalian bodoh!" teriak Nata berulang kali, tetapi dia tidak dilepaskan.
Dua kandidat terus menyeru agar Nata Qinglian berhenti memberontak. Namun, percuma, karena Nata Qinglian tetap berusaha untuk dilepaskan.
Gerakan Nata Qinglian berhenti sejenak saat Liu Yifen mendekat lagi sambil berkata, "Sekarang saatnya untuk menyaksikan keajaiban, hantu-hantu cepat pergi!" dengan suara keras di depan wajah Nata Qinglian.
Nata Qinglian menatap dengan ngeri ke tangan Liu Yifen yang santai memainkan sumpit, dia bahkan menjadi panik dan gelisah.
Sebelum Nata Qinglian bisa menghindar dengan cepat, tangan Liu Yifen menangkapnya dan sumpit yang ada di tangannya diarahkan ke jari telunjuk Nata Qinglian.
Liu Yifen kemudian menekan jari telunjuk Nata Qinglian dengan keras, wajah Nata Qinglian berubah, dan dia meraung-meraung kesakitan.
"Argh!"
"Argh!"
"Sakit! Sakit... lepaskan aku!"
Bersambung....
Jangan lupa tinggali jejak dan follow aku juga ya, para Nona dan Tuan.
Salam manisku"-"
