Pustaka
Bahasa Indonesia

Putri Kaisar yang Terbangun

233.0K · Baru update
Redbeans_90
180
Bab
454
View
9.0
Rating

Ringkasan

"Tidak, jangan, lepaskan aku..." Ye Ran Yin yang mendapat undangan dari calon adik iparnya, ternyata yang dia temukan adalah seorang buruk rupa yang di bayar untuk merusak kehormatannya. Akhirnya, dia mengakhiri hidupnya.. Namun di saat yang sama, terjadi lintasan dunia, Ye Ran Yin kembali hidup tapi bukan dengan jiwa yang sama walaupun dengan nama yang sama. Jiwa Ye Ran Yin yang merupakan tentara bayaran nomor satu jatuh ke tubuhnya, tubuh seorang gadis yang tidak bisa berkultivasi, yang di anggap sampah. Bagaimana selanjutnya? Lanjut yuk kisah serunya...

kultivasipendekarPengembara WaktuWanita CantikDewasa

Bab 1. Perjalanan Lintas Dunia

Kekaisaran Donglong, Kota Qingyang.

“Tidak, jangan, lepaskan aku…”

Gadis itu tiba-tiba menggigit tangan pria itu sekuat tenaga, membuat si pria buruk rupa menjerit kesakitan dan melepaskannya.

“Ibu, Kakak Wen, Yin'er akan pergi lebih dulu. Sampai jumpa di kehidupan selanjutnya…”

Dengan tekad bulat, gadis itu membenturkan dirinya ke tiang di samping.

Bugh!

Suara keras terdengar, tubuh gadis itu terjatuh lemas, darah segar mengalir deras dari dahinya.

“Dasar jalang!”

Pria buruk rupa yang akhirnya sadar kembali dari keterkejutannya maju dengan marah, menangkap gadis itu dan melemparkannya ke atas tempat tidur.

Tubuh gadis itu lemas, tak menunjukkan sedikit pun tanda kehidupan.

Pria itu tertegun sejenak, lalu buru-buru memeriksa hidung dan mulutnya. “Mati… mati?”

Dia menerima uang untuk menghancurkan kehormatan gadis bangsawan ini, tapi sama sekali tak berniat membunuhnya. Kalau keluarga Ye tahu bahwa dia telah membunuh Ye Ranyin, maka nyawanya pun tak akan selamat.

Saat pria buruk rupa itu sedang panik, dia melihat jari gadis di atas ranjang itu tampak sedikit bergerak. Hidup lagi? Atau memang dari awal dia tidak mati?

“Sialan! Jalang kecil! Berpura-pura mati, mau mempermainkanku?” Pria itu merasakan amarah karena merasa dipermainkan. Dia teringat orang yang menyuruhnya, yang bahkan meragukan dia bisa menyelesaikan tugas ini.

Tadi dia mengira gadis tak berguna ini bahkan tak bisa mengangkat sebutir telur, jadi tak perlu diberi obat. Tapi sekarang, tampaknya tetap harus pakai obat agar lebih aman.

Pria buruk rupa itu mengeluarkan obat perangsang dan dengan kasar memasukkannya ke mulut gadis itu.

Glek!

Ye Ran Yin yang baru saja sadar, langsung merasakan ada benda lonjong yang tertelan, membuat tenggorokannya terasa tak nyaman.

“Uhuk… benda sialan apa ini?”

Kelopak matanya bergetar, lalu tiba-tiba terbuka lebar. Mata hitamnya seperti batu obsidian, membuat wajah pucatnya langsung tampak hidup. Wajahnya yang memang sudah luar biasa cantik, kini memancarkan pesona yang tak tertahankan, membuat pria buruk rupa di samping tempat tidur tertegun—gadis bangsawan yang katanya sampah ini, kenapa tiba-tiba jadi secantik ini? Bahkan lebih cantik dari bidadari!

Ye Ranyin juga kaget melihat pria buruk rupa itu.

Plak!

Secara refleks, dia menampar pria itu. “Jelek bukan salahmu, tapi keluar rumah buat nakutin orang, itu salah besar!”

Dia adalah ‘Dewa Malam’, tentara bayaran nomor satu di dunia abad ke-21. Semua orang yang mengenalnya tahu, dia adalah pecinta ketampanan—siapa pun yang berwajah jelek dan berani muncul di hadapannya sama saja cari mati.

“Perempuan jalang! Berani-beraninya kau menamparku?!” Pria buruk rupa itu berteriak, tak percaya sambil menutup pipinya.

Kepala Ye Ran Yin terasa nyut-nyutan, dan seketika, ingatan yang bukan miliknya membanjiri pikirannya, membuatnya kesal hingga menendang pria buruk rupa itu sampai terjungkal.

“Pergi!”

Di saat yang sama, dia pun menyerap seluruh ingatan yang muncul di benaknya.

Ternyata, dia telah mengalami perjalanan lintas dunia—menyusup ke tubuh seorang gadis bernama Ye Ran Yin yang tinggal di Kota Qingyang, di Benua Xuanling. Gadis itu memiliki nama yang sama dengannya, namun dikenal sebagai sampah di keluarga Ye.

Ayah kandungnya tidak diketahui, sedangkan ibunya adalah putri sulung dari keluarga Ye, salah satu dari tiga keluarga besar di Kota Qingyang.

Di dunia ini, kekuatan adalah segalanya. Ibunya, Ye Caiwei, memiliki bakat luar biasa. Di usia muda saja, dia sudah menjadi yang terkuat di Kota Qingyang. Karena itu, meski hamil di luar nikah, tak ada satu pun yang berani mencemoohnya—bahkan banyak yang justru berusaha mendekatinya.

Salah satunya adalah keluarga Wen, juga termasuk tiga keluarga besar. Mereka bahkan mengusulkan perjodohan anak-anak demi menjalin hubungan lebih erat dengan Ye Caiwei.

Ibu Ye Ranyin melihat bahwa putra keluarga Wen, Wen Zijue, sejak kecil sudah tampan dan memiliki bakat luar biasa dalam hal kultivasi, jadi dia pun menyetujui perjodohan itu.

Awalnya, keluarga Wen sangat puas dengan pertunangan tersebut. Namun siapa sangka, saat Ye Ranyin berusia enam tahun dan menjalani tes bakat, semua orang baru menyadari bahwa dia ternyata adalah seorang yang tidak bisa berkultivasi sama sekali—benar-benar dianggap sampah.

Sebaliknya, putra keluarga Wen justru menunjukkan bakat luar biasa, dan dengan mantap menempati posisi pertama di antara generasi muda Kota Qingyang. Bahkan tahun lalu, ia berhasil lulus ujian besar dan diterima di Akademi Kekaisaran, akademi paling kuat di Ibu Kota Kekaisaran Donglong.

Lebih parah lagi, demi menyembuhkan tubuh Ye Ranyin yang lemah dan tak bisa berkultivasi, ibunya telah berkelana ke mana-mana, mencari harta langka dan ramuan langit. Namun sampai sekarang, sudah tujuh tahun berlalu sejak terakhir kali sang ibu meninggalkan rumah, dan belum juga kembali.

Ibunya telah pergi selama tujuh tahun tanpa kabar, dan banyak orang mulai percaya bahwa ia sudah mati di luar sana.

Penduduk Kota Qingyang pun perlahan mulai melupakan pesona ibu Ye Ranyin. Sebaliknya, mereka semakin menganggap bahwa putri sampah dari keluarga Ye, yaitu Ye Ranyin, sama sekali tidak pantas untuk dijodohkan dengan putra sulung keluarga Wen, Wen Zijue.

Hari ini, Wen Wan Qing—adik perempuan Wen Zijue, yang selama ini memandang rendah Ye Ranyin—tiba-tiba berubah sikap dan mengundangnya untuk pergi bersantai ke villa di pedesaan.

Ye Ranyin yang asli memiliki sifat polos, lemah, dan rendah diri. Sejak kecil, ia sudah menaruh hati pada Wen Zijue, dan selalu berusaha menyenangkan keluarga Wen. Begitu menerima undangan dari Wen Wanqing, dia pun sangat gembira, berdandan rapi dan dengan hati senang berangkat menemuinya.

Namun siapa sangka, yang menantinya di sana bukanlah hari yang menyenangkan, melainkan seorang pria buruk rupa yang berniat menghancurkan kehormatannya!

“Bagus sekali, Nona dari keluarga Wen!” Ye Ranyin yang telah mencerna seluruh ingatan, seketika langsung bisa menebak bahwa pemilik tubuh sebelumnya jelas-jelas dijebak oleh Wen Wanqing hari ini.

Saat dia sedang merasa geram karena ketidakadilan yang dialami oleh tubuh aslinya, pria buruk rupa di sampingnya sudah merangkak bangun dari lantai dan kembali menerjang ke arahnya. “Perempuan jalang! Kau cari mati!”

Namun—

Ye Ranyin bahkan tidak meliriknya. Dengan gerakan secepat kilat, ia mencabut tusuk rambutnya. Tangannya bergerak seperti bayangan, cepat, bersih, dan mematikan, langsung menancapkan tusuk rambut itu ke dada pria itu.

“Kau…” Wajah pria itu berubah bengkok, pupil matanya mengecil penuh keterkejutan. Sampai ajal menjemputnya, dia masih tak percaya bahwa dia mati di tangan seorang "sampah".

“Orang sejelek kau… membunuhmu saja sudah membuat tangan nona ini terasa kotor.”

Ye Ranyin melepaskan tusuk rambutnya dan dengan jijik menyeka tangannya menggunakan lengan bajunya, lalu bangkit dan berjalan keluar.

Namun, baru melangkah dua langkah, aliran panas yang tak bisa diabaikan mulai mengacau di dalam tubuhnya, membuat tangan dan kakinya lemas.

“Ini…” Ye Ranyin, yang pernah menjalani berbagai pelatihan terhadap racun di kehidupannya sebelumnya, langsung menyadari bahwa dirinya telah terkena obat perangsang. Wajah cantiknya pun perlahan berubah gelap penuh amarah.

Untungnya—

Dalam ingatan tubuh aslinya, dia mengetahui bahwa di kaki gunung belakang dekat villa ini, ada sebuah kolam dingin. Sifat dingin dari kolam itu seharusnya bisa menekan efek obat yang mengamuk di dalam tubuhnya.

Satu dupa waktu kemudian…

Ye Ranyin, dengan kekuatan tekad yang luar biasa, melangkah goyah hingga akhirnya menemukan kolam dingin.

Saat itu, wajah cantiknya tampak sangat merah, tubuhnya basah kuyup oleh keringat, dan rambut hitam panjangnya pun basah dan lengket di kulit putihnya.

Seluruh tubuhnya terasa panas hampir meledak, namun begitu melihat kolam dingin, dia merasa sedikit lega. Tanpa ragu, dia melepaskan pakaiannya dan langsung melompat ke dalam kolam.

“Hmm..” Air kolam yang dingin membuat Ye Ranyin mendapatkan kembali sedikit kewarasannya.

Pada saat yang sama, dia juga melihat sebuah batu giok putih di tengah kolam, dan di atas batu giok itu, duduklah sosok seseorang.

Ye Ranyin langsung merasa waspada: “Siapa Kau?”

Suara Ye Ranyin terdengar serius, namun sosok yang duduk bermeditasi itu tetap tidak bergerak sedikit pun.

Dengan hati-hati, Ye Ranyin mendekat menuju tengah kolam.

Setelah mendekat, saat dia bisa melihat sosok yang duduk itu dengan jelas, sebuah kilatan kekaguman tak bisa ditahan muncul di matanya.