Pustaka
Bahasa Indonesia
Bab
Pengaturan

Bab 5 Bayu Yang Egois

Bayu

Suara deburan ombak yang begitu keras, pasir-pasir putih yang beterbangan di terpan angin, dan pohon-pohon yang meliuk-liuk seperti menari-nari seolah sedang menghibur seseorang yang sedang gundah-gulana. Ya, seseorang itu adalah Bayu. Dia, berdiri mematung tak bergeming, kedua tangannya disilangkan di dadanya. Sekali-kali dia berjongkok, kemudian berdiri lagi. Pandangannya lepas ke depan, pikirannya menerawang jauh kesana. Tiara dan kedua anaknya yang ada dalam benak pikirannya.

"Ahh ...! Tiaraa ...! Kenapa kamu berubah ...?" Bayu berteriak kencang frustasi, dia memegang kepalanya sambil mengacak-ngacak rambutnya. Pesan dari Tiara membuat Bayu geram, dia merasa heran? Kenapa Tiara sekarang berani mengungkapkan apa yang dia tidak suka? Bahkan sekarang Tiara berani membantah perkataan Bayu. Dulu Tiara tidak pernah menuntut apapun dari Bayu. Uang gaji Bayu sekalipun, tidak pernah Tiara pertanyakan, apalagi mempersoalkannya. Seberapapun uang yang diberi Bayu, Tiara dulu selalu menerimanya dengan ikhlas, Tak jarang pula Ibu Mertuanya selalu mengatur kehidupan Bayu dan Tiara, tapi lagi dan lagi Tiara tak pernah mempermasalahkannya, dia selalu diam tak pernah bertindak. Ya, dia wanita paling sabar, meskipun ketidakadilan kerap dia terima. Sebab itu, Bayu selalu mempertahankan Tiara selama ini menjadi istrinya.

Dan yang membuat lebih geram Bayu adalah Kakak Iparnya, Kak Arman. Seolah-olah dia sudah bersekongkol dengan Tiara. Mereka berdua gencar mengancam Bayu, tepatnya memberi peringatan.

Kak Arman mengirimkan pesan sebuah peringatan. Sepertinya Kak Arman tidak main-main dengan peringatannya. Kak Arman sudah mempengaruhi pikiran Tiara yang polos menjadi Tiara yang berani. Pernikahan Bayu dan Tiara kini sudah di ujung tanduk.

Enam bulan lagi Bayu akan pulang ke Indonesia, dan akan mendapatkan kejutan dari Tiara dan keluarganya.

Bayu berpikir bagaimana caranya meluluhkan hati Tiara kembali? Bagaimanapun caranya Tiara harus tetap menjadi Istrinya.

Tepukan tangan kekar seseorang membangunkan Bayu dari pikirannya yang jauh ke Tiara.

"Woii, Bayu kamu kenapa? Kesambet s*t*n, loh! Atau jangan-jangan lagi mikirin istri nih, kangen yah? Udah nggak tahan, kan?" tanya Pajar yang ketawa melihat berantakannya wajah Bayu.

"Ya, aku lagi frustasi memikirkan istriku, jawab Bayu lemah.

"Ya iyalah, frustasi kamu kan udah lama nggak ehem-ehem ma istrimu? Tenang 6 bulan lagi," ucap Fajar sambil dia tunjukan enam jarinya, dan dengan senyumnya yang melebar.

"Ahh, bukan itu yang aku pikirkan"

"Terus apaan, sih? Bikin aku penasaran saja."

"Istriku sepertinya mau minta cerai," ucap Bayu dengan memegang kepalanya yang pusing, tak tahan bingung, apa yang harus dia lakukan?

"Apa? Cerai?" Mata Pajar melotot tak percaya dengan apa yang dikatakan Bayu tadi.

"Iya, cerai," jawab Bayu singkat.

"Dimana-mana juga kalau suami pulang tuh kangen, bukan minta cerai. Aneh istri kamu, Bay?" ucap pajar heran sambil dia menggeleng-gelengkan kepalanya.

"Ya, istriku aneh! Gila...!" Bayu berteriak, dia melemparkan batu kecil yang ada di hadapannya ke arah depan. Bayu akan melemparkan batu kecil lagi melampiaskan semua kekesalannya, namun seketika Pajar menghentikan pergerakan tangan Bayu.

"Sabarlah dulu, mungkin istrimu ada alasan, kenapa dia ingin bercerai denganmu? Setahuku istrimu sangat baik, dia penyabar. Itukan yang selalu kamu katakan tentang istrimu?"

"Ya, aku akui Tiara memang baik bahkan lebih baik dari yang aku ketahui, tapi sekarang dia berubah, dia berani menentangku"

"Kenapa berubah?" tanya Pajar singkat.

"Tiara sudah dipengaruhi oleh Kakaknya, Kak Arman" jawab Bayu dengan sorotan mata yang dipenuhi dengan kebencian.

"Sebenarnya apa yang kamu perbuat selama kamu menikah dengan Tiara?" tanya Fajar yang ingin tau permasalahannya seperti apa yang dihadapi Bayu sekarang?"

"Aku selama ini menjatah Tiara dan anak-anak hanya satu juta dan kurasa itu cukup besar bagiku. Aku ingin mempunyai rumah sendiri, tak enak aku harus numpang terus di rumah orang tua Tiara. Aku sengaja mengirim semua uangku ke rekening ibuku. Ya, itung-itung aku menabung. Aku takut Tiara akan menghambur-hamburkan uangku, jika aku mengirim uang ke rekeningnya. Hah ... apalagi diberikan untuk membantu ibunya, huh ... aku tak sudilah." Panjang lebar Bayu menceritakan masalahnya ke teman baiknya itu.

"Hah ... a-pa ...? Satu juta, Fajar tersentak kaget.

"Iya, satu juta itukan, itu besar kan?"

"Gila yah, kamu Bay! Istrimu di kasih satu juta dengan gaji kamu yang sepuluh juta? Istri mana yang akan terima, Bay"? cerca Fajar penuh emosi. Pajar merasakan betapa sulitnya Tiara selama ini dengan uang satu juta. Pajar kesal atas perbuatan Bayu tersebut.

"Yang gila tuh Tiara, bukan aku, sekarang dia menjadi wanita pembangkang. Dia tak menuruti perkataanku lagi." Emosi Bayu tersulut, tidak terima atas perkataan Pajar yang membenarkan Tiara."

"Jika, kamu tak merubah sikapmu dari sekarang, aku pastikan Tiara akan meninggalkanmu. Ingat itu, Bay!" ucap Pajar dengan nada serius.

"Tidak .... tidak ... Tiara tak akan lepas dariku!" teriak Bayu kencang.

"Sungguh egois kamu, Bayu. Hidup Tiara, kamu sengsarakan, tapi kamu tak mau melepaskannya? Dimana jiwa laki-lakimu, Bay?" sindir Fajar yang mengalihkan pandangannya ke arah lain, jijik melihat Bayu seperti itu.

"Sudahlah, aku tak butuh nasehatmu. Aku akan membuat Tiara bertengkuk lutut lagi di hadapanku!"

"Ya, bersiap-siaplah kamu kehilangan Tiara, Bay," tegas Pajar dengan senyuman sinisnya.

Pajar pergi meninggalkan Bayu sendirian di tepi pantai. Tak peduli dengan kondisi Bayu yang memprihatinkan, sekarang Pajar jijik, setelah dia tahu perlakuan Bayu selama ini kepada Tiara.

"Ahh ... Tiaraa ... !" Bayu berteriak sekencang mungkin, berlomba-lomba dengan suara kencangnya deburan ombak laut.

Bayu mengepalkan kedua tangannya, nafasnya tak beraturan, wajahnya memerah karena emosi yang tidak bisa dia kendalikan. Sorotan matanya

lepas tajam seperti elang, seperti ada sorot kebencian di matanya. Ya, dia membenci Tiara yang berani dan mencintai Tiara yang lemah.

Dia menggumamkan nama Tiara di bibir tipisnya. Hanya Tiara yang tertanam di jiwanya. Tapi Bayu egois, cintanya tak bisa membuat hidup Tiara bahagia.

Unduh sekarang dan klaim hadiahnya
Scan kode QR dan unduh aplikasi Hinovel