(1) MEMUKAU
Key tiba disekolah tepat dalam waktu 10 menit. Setelahnya, Key langsung menemukan supir yang tadi dijalan sempat dihubungi untuk mengantarkan dompet dan mobil lain lagi. Selesai urusa dengan sang supir, Key langsung berlari keruang musik yang berada di lantai 5.
Jangan heran, Raymond High School memang sekolah nomor 1. Dengan segala fasilitas yang sangat lengkap. Untuk masuk ke sekolah ini hanya orang-orang terpilih saja. Semua yang bersekolah disini dapat dipastikan dari kalangan anak pejabat yang kemampuan nya tidak diragukan lagi. Sudah banyak siswa-siswi keluar sebagai juara disegala olimpiade.
Sekolah ini memiliki 6 lantai. Lantai dasar adalah lobby, Lantai kedua segala macam kantor. Lantai ketiga, keempat, dan kelima dikhususkan untuk ruang kelas, kantin, dan perpustkaan. Jadi semua tingkatan kelas punya perpus dan kantin sendiri. Dilantai keenam ada berbagai macam ruang ekskul dan aula.
Dipaling atas gedung juga terdapat sebuah helipad. Karna dari kabar yang beredar, pemilik sekolah sering harus pergi dadakan ke Luar Negeri. Jadi wajar saja tersedia heliped disini.
Sekolah ini dilengakpi dengan banyak lift dibeberapa titik untuk memudahkan akses belajar mengajar. Sekolah ini juga memiliki lapangan untuk berbagai macam jenis olahraga yang sangat luas.
Tiba dilantai 6, Key langsung bergegas menuju ruang musik untuk menemui Ayesha. Acara dimulai pukul 09.00 WIB dan saat ini sudah pukul 08.10 WIB. Tiba diruang musik, Key langsung menghampiri Ayesha yang kelihatan tengah mondar mandir didekat jendela.
“Stop Sha, gue pusing” Titah Key begitu tiba dibelakang Ayesha. “Aaaa... Key akhirnya lo datang juga” Ayesha langsung memeluk Key begitu erat sampai nafas Key terasa sesak. “Sha se..sak” ucap Key terputus-putus.
“Eh, hehe.. sorry-sorry. Soalnya gue beneran seneng banget lo tepati janji. Ya, walaupun gue harus relain tabungan gue terkuras habis sih. Tapi nggk papa, yang penting grup band gue aman” Curhat Ayesha menyengir kuda.
“Tapi gue engga bisa nyanyi Sha” Key mencoba membujuk Ayesha lagi. “NO!!” Tolak Ayesha dengan telunjuk bergerak kekanan dan kiri. Ayesha ya tetap Ayesha yang tak bisa di bantah.
“Guyss… GUe udah dapat nih pengganti Claudia” Beri tahu Ayesha ditengah kerumunan teman-temannya yang tengah latihan. “Lo yakin mau ngajakin dia? Yang gue tau kan suara dia engga ada bagus-bagus nya. Cempreng banget” Celetuk seorang cowok didepan drum, yang kalau nggk salah namanya Geri.
“Lebih bagus cempreng ada, dari pada kita engga jadi tampil dan kita engga dibolehin lagi buat tampil kapan pun” Tolak dingin seorang cowok yang entah sejak kapan berada di samping Key.
Bryant William Pangestu, kakak kelas yang sedari dulu ditaksir oleh Ayesha. Tapi sayangnya Bryant malah tertarik sama Key. Key selalu berkata dengan Ayesha “Gue yakin cinta lo bakal terbalas dan gue engga bakal terima dia kapan pun”.
“Guys, gue tau suara gue cempreng. Gue minta maaf yang sebesar-besarnya kalau nanti kalian harus nanggung malu. Gue engga mau sebenarnya, tapi gue engga ada pilihan. Dari pada kalian nanti malu banget, jadi sekarang kita semua pakai ini ya” Key membagikan topeng yang biasa dipakai untuk acara pesta topeng pada mereka satu persatu. Tadi Key sempat menyuruh supir buat beliin ginian.
“Yaudh, jangan ada yang bantah lagi. Sekarang, mari kita berdo’a menurut kepercayaan masing-masing untuk penampilan kita nanti, do’a mulai” Para penghuni ruangan menundukkan kepalanya. “Do’a selesai” Semua merapat bersorak “SEMANGAT” sambil bertos bersama.
“Okey guys, yuk kita turun. 5 menit lagi kita harus tampil” Ajak Briyant menuntun anggotanya. Mereka semua keluar dengan tertib menuju lapangan tempat acara akan dimulai. Key tengah bener-bener deg degan.
Tiba-tiba Key merasa ada yang ngerangkul pundaknya. Key menoleh, ternyata itu Briyant dengan senyum begitu manis sambil berkata “Kamu bisa, aku yakin”. Key langsung memutar pandangan mencari keberadaan Ayesha.
Damn!! Ternyata Ayesha lagi melihat ke arah Briyant yang tengah merangkul Key dengan wajah di tekuk menahan amarah. Key dengan cepat namun sopan langsung melepas rangkulan Briyant. Key memilih berjalan dengan langkah cepat meninggalkan Briyant.
----------------
Kini tiba saat nya Briyant Cs tampil. Key sungguh takut, bukan takut diketawain tapi takut ketahuan. Begitu naik panggung, mereka memberi salam pembuka. Setelahnya berjalan ke tempat masing-masing. Key dan Ayesha menjadi vokalis. Yang pertama bernyanyi adalah Ayesha. Suara Ayesha sangat indah mengalun mengikuti irama musik dengan merdu. Selagi Ayesha bernyanyi, Key begitu menikmati suaranya sambil mengedarkan pandang pada sekitar.
Deg!!
Mata Key tertuju pada satu titik. Disana, tepat sejajar dengan dirinya duduklah pemilik mobil yang tadi pagi Key tabrak. Key nggk salah lihat? Lelaki itu duduk tepat didepan Key bersama anak dan perempuan tadi. Key rasa sih itu anak dan istrinya.
Gilaa!!!
‘Apa iya harga mobil tadi kurang buat bayar kerusakan mobil dia sampai dia harus nemuin gue kesini? Tapi kok dia duduk dideretan para guru? Dan dia duduk pas di samping kepsek?’. Banyak pertanyaan yang berkecamuk dalam fikiran Key. Key membuang jauh fikirannya. Bagaimanapun kini giliran dirinya bernyanyi.
Hening
Gila cuy, baru bait pertama Key bernyanyi semuanya tiba-tiba hening. Berasa hening cipta gitu. Tak lama…
“Wuuuuu... “
“Huuuuu.... “
Bukan, bukan karna suara Key yg jelek. Tapi...
‘Woww.... Suaranya bagus banget’
‘Suaranya mirip penyanyi di cafe- cafe itu’
‘Itu bukan suara Claudia gengs’
‘Siapa sih dia, kok pakai topeng segala??’
Dan masih banyak lagi lainnya. Selesai tampil, mereka sudah sepakat membuka topeng dan memberi salam penutup yang disambut dengan banyak tepuk tangan
Prok.. Prok.. Prok
Prok.. Prok.. Prok
‘Wah ternyata itu Key’
‘Key XI IPA 1 kan???’
‘Bagus gila suaranya’
‘Kenapa engga dia aja yang dari dulu nyanyi’
‘Wooo, suara jelek aja bangga’
Masih banyak lagi, yang paling menarik perhatian Key adalah
‘Mommyy... You are the best mom’
‘I like you ‘
‘I love you so much mom... ‘
Gilaaa!! Itu suara anak si Om yang tadi pagi. Apa emak nya di sebelah kagak marah kalau dia manggil Key dengan sebutan Mommy??? Bodo amat dah, Key lelah memikirkannya. Bukan urusan Key juga.
Mereka turun dan balik ke ruang musik. Dari turun panggung tadi Ayesha sama sekali tidak ada melihat ke arah Key apalagi nyamperin Key. Sampai didepan pintu tangan Key ditahan oleh seseorang yang ternyata adalah Geri, orang yg mengatai Key tadi.
“Kenapa Ger?” Tanya Key setelah Geri melepaskan tangannya. “Gue mau minta maaf tentang yang tadi. Ternyata gue salah nilai lu, suara lu bagus banget. Makasih juga udah bantuin kita” Tutur Geri diakhiri senyum tulus. “Oh, santai aja atuh Ger, gue kesana dulu ya, bye” pamit Key melangkah masuk ingin mendekati Ayesha.
Ditengah jalan tangan Key dicekal kembali dicekal. Key fikir si Geri lagi, ternyata bukan, itu tangan Briyant. Key auto melihat ke arah Ayesha. Damn!!! Ayesha lagi dan lagi merhatiin ke arah Key, lebih tepat nya ke arah tangan Key yang digenggam dengan Briyant.
‘Mati gue, bisa marah besar Ayesha sama gue’ batin Key panik. NTidak lama Key melihat Ayesha keluar dengan wajah yang merah padam. ‘Apes bener hari ini gue’ Key kembali membatin.
“Key,thank’s ya” Suara Briyant menyadarkan Key dari lamunan. Key melihat ke arah Briyant, Briyant tengah tersenyum hangat banget. “Oh, ehmm.. Iya kak sama-sama. Sorry kak tangan nya” Ujar Key sambil merhatiin tangannya yg masih digenggam Briyant.
Bryant langsung melepas tangannya cepat.“Eh sorry. Lo habis ini ngapain lagi Key?” Tanya Briyant sambil menggaruk tengkuknya yang Key yakini tidak gatal sama sekali. “Oh, gue langsung balik kak. Ngantuk bener, mau tidur“ Jawab Key sambil berusaha untuk senyum.
“Gue anter ya? “ Tawar Briyant. “Oh nggk usah kak, gue bawa mobil kok. Gue duluan ya kak” Pamit Key cepet-cepet. Key ingin menemui Ayesha yang di yakini tengah berada ditaman belakang.
Ohiya,kenapa banyak yang tidak tahu suara Key bagus? Jawabannya, karena setiap Key bernyanyi dimana pun Key selalu cemprengin suaranya. Alasannya karena Key paling males yang namanya ikut ekskul disekolah. Aslinya suara Key emang bagus, karna hobi Key main alat musik dan nyanyi. Bahkan di mension saja ada ruang musik khususnya. Banyak sekali yang tidak tahu tentang bakat-bakat terpendam yang dimiliki Key.
