Pustaka
Bahasa Indonesia
Bab
Pengaturan

Ku Kejar Dirimu

Bertemu lagi bersama gadis pujaan nya, saking terpesona kecantikan yang dimiliki Aisyah sampai sampai dia menabrak pohon besar, "aduh."erangnya sambil mengelus ngelus kening nya yang terbentur ke pohon.

Aisyah tidak terlalu memperhatikan Hasan, dia

berjalan terus tanpa henti dan tidak memperdulikan sekitar.Hasan terus berjalan sambil berkata pada gadis yang dikejar olehnya ,"Aisyah....Aisyah....

....Tunggu ! "panggil nya pada Aisyah sambil berjalan mengikuti Aisyah.

Aisyah pun yang khusu berjalan dan tidak mengetahui ada yang mengikuti sejak tadi, mendengar samar samar ada yang memanggilnya dirinya," kok, dia tahu namaku."monolog dalam hatinya saat menoleh kebelakang.

Aisyah pun menatap pria yang berjalan mendekatinya, "kamu kenal sama saya, memangnya kita pernah bertemu sebelumnya."cerocos Aisyah.

Hasan pun menatap Aisyah dengan dalam yang sedang berbicara padanya, "aku memang pernah bertemu dengan mu, sungguh saat aku berpapasan bertemu dengan mu.

Dan sampai sekarang aku selalu terbayang wajah cantik mu,

sungguh kau ini wanita tercantik yang pernah aku temui dan satu satu nya yang menggetarkan hati."jawab Hasan dengan tatapan yang dalam terlihat begitu jelas dia menyukai Aisyah.

"Anda terlalu memuji ku,saya biasa saja kok,malah banyak wanita yang lebih cantik daripada saya."katanya dengan nada yang dingin.

"Tahukah kamu, saking aku sangat mengagumi kecantikan mu itu. Aku langsung memotret wajahmu dan setelah itu aku menunjukkan ke ibu ku. Dan menanyakan dimana rumahmu, dan saat mengetahui nya aku langsung ke rumah mu."kata Hasan terus berbicara walaupun respon yang diberi kan Aisyah dingin.

"Ternyata dia yang yang kemarin ke rumah ku, dan namanya adalah Hasan."monolog dalam hatinya saat mendengar pembicaraan Hasan pada nya.

"Aku banyak urusan, aku harus segera pergi."ucap Aisyah dengan tidak menatap wajah Hasan lalu dia berjalan dan kemudian ada angkot.

Lalu Aisyah pun menghentikan Angkot itu, lalu naik ke mobil angkot tersebut. Saat menaiki angkot Aisyah memandangi wajah Hasan tapi ketika Hasan menatap ke arahnya.

Aisyah seolah tidak menatap Hasan.

Itulah pertemuan singkat antara Aisyah dan Hasan. Hasan walaupun Aisyah itu tipe cewe yang susah didekati olehnya tapi semakin membuat dirinya ingin memiliki Aisyah.

"Aku pastikan Kau akan menjadi milik ku Aisyah."kata Hasan sambil tersenyum kecil.

***

Aisyah ketempat yang dia tuju, Ternyata Aisyah mau ke rumah saraswati yang merupakan sahabatnya,"ting..tong."itulah suara bel nya.

"Aisyah."ucap Saras ketika membuka pintu rumah nya.

"Gimana, kalau kita ngobrol nya diluar aja."tawar Saras pada Aisyah.

"Boleh juga."kata Aisyah dengan tersenyum pada Saras.

"Oh iya kamu mau ngambil jurusan apa, Sar ?" tanya Aisyah pada saras sahabat nya.

"Aku ngambil jurusan ke kedokteran aja."jawab nya penuh keyakinan lalu tersenyum pada Aisyah.

Tak lama kemudian, datanglah Hasan dengan menaiki motor ninja , dia pun melewati rumah saras terlebih dahulu sebelum ke tempat tujuannya yaitu sahabatnya Galang.

Tapi setelah melihat ada pujaan hati nya, dia malah menghentikan motor nya dan menghampiri Aisyah dan Saraswati.

"Assalamualaikum ukhti."salamnya kepada 2 gadis yang tadinya sedang asyik mengobrol.

Karena mereka asyik mengobrol,

mereka tidak memperhatikan Hasan yang baru saja lewat naik motor. Kalau tidak melihat Aisyah Hasan tidak akan berhenti begitu saja didepan rumah Saraswati wanita yang tidak dia kenali.

Aisyah pun dan juga Saras menoleh ke arah Hasan yang sedang tebar pesona pada Aisyah.

"Hasan."ucap Saras matanya melihat takjub saking terpesona dengan ketampanan yang dipancarkan oleh pria dihadapan nya.

"Iya, kau mengenali ku ?"tanya Hasan saat dia tahu salah satu gadis dihadapan nya mengenali dirinya.

"Ya tahu lah orang saya followers instagram nya kamu , saya sering stalking kamu."ucap Saras dengan percaya diri.

"Sumpah,saat lihat Aslinya bikin jantung berdetak kencang.Lo itu ganteng banget bak dewa yunani."sanjung saras lagi pada Hasan.

Disaat saras memuji Hasan,

Hasan hanya tersenyum pada Saras setelah itu dia melirik ke Aisyah.

"Dan aku ini adalah Saraswati,

kamu bisa panggil aku Saras.

Kamu kesini mau ke siapa ?"tanya Saras pada Hasan lalu dia penasaran saat Hasan datang ke tempat dia.

"Saya awalnya mau ke Galang,

tapi gak jadi aku ingin ngobrol bareng gadis yang berkerudung putih."kata Hasan sambil mengedipkan mata saat Aisyah menatap dirinya.

Lalu Aisyah tertunduk, sedangkan Saras hanya diam saat dia tahu Idola nya di Instagram menyukai sahabat nya.

"Yaudah, gabung ajah, San."kata Saras so akrab banget , dia orangnya suka kaya gitu.

Dengan senang hati, Hasan pun langsung duduk samping Aisyah. Aisyah langsung seperti kaku dan panas dingin gitu saat berada di samping Hasan.

"Saras, aku lupa aku harus beli obat ayah ku. Aku pulang dulu yah."ucapnya sambil berdiri lalu berjalan.

"Eh, tunggu aku dong. Aku anterin kamu pulang yah."tawar Hasan pada Aisyah.

"Aku mau sendiri saja."jawab Aisyah tanpa menoleh.

Ketika mau mengejar Aisyah,Saras menahan Hasan dengan memegang lengan nya,"biarkan saja dia sendiri, jika kamu pengen ditemenin. Aku siap kok."ucap Saras pada Hasan.

"Makasih,tapi aku masih banyak urusan."jawabnya dan melepaskan tangan Saras dan berjalan menuju motor nya lalu menaiki motor nya.

Aisyah pun masih berjalan,

dan Hasan menyusul nya. setelah bertemu dengan Aisyah lagi, dia menawarkan dirinya untuk mengantar Aisyah pulang,"tidak, makasih."jawab nya singkat.

"Sudahlah ikut saja aku, di jam sore gini mana ada angkutan umum dan ojek pun gak ada. Lebih baik kamu sama aku aja, gratis gak usah bayar."kata Hasan tetap ingin mengantar pulang,walaupun sudah ditolak.

"Aku mau mesan taksi online."kata Aisyah sambil mau mengambil handphone nya tapi ketika dia mau memesan taksi online baterai nya habis.

"Yaudah, kalau kamu gak mau aku anterin pulang gak papa kok."jawab Hasan menahan rasa kekecewaan yang mendalam.

Saat Hasan mau melajukan motor nya,"aku mau dianterin pulang sama kamu."katanya dengan nada datar.

Lalu Hasan yang tadinya cemberut langsung tersenyum,

dia pun menoleh ke Aisyah dengan tersenyum lebar,"ayuk."ajak nya pada Aisyah dengan penuh semangat.

Sedangkan Aisyah terpaksa pulang bareng Hasan, Muka nya Aisyah sangat terlihat gak senang ketika dibonceng oleh Hasan. Sedangkan Hasan sedang gembira karena akhirnya bisa membonceng orang yang dia sukai. Setelah melihat Aisyah di kaca Spion motor nya, terlihat gadis ini mukanya terlihat cemberut.

"Gadis ini gak mau pulang bareng gue, sabar san nanti kalau dia udah cinta pasti akan nempel terus."monolog dalam hatinya Hasan.

"Syah, kamu udah punya pacar atau belum sih ?"tanya Hasan memulai obrolan diantara mereka,supaya tidak saling diam.

"Belum."jawab Aisyah singkat dan dingin.

"Sama dong, aku juga belum punya pacar."kata Hasan dengan ramah.

Aisyah tidak memberi jawaban apapun. Dia cuma memalingkan mukanya dan melihat pemandangan dijalan.

"Syah, kamu ada deket sama cowok gak sih? "tanya nya pada Aisyah ,walaupun jawaban nya dingin dan cuek padanya tetap dia ingin mengajak Aisyah ngobrol.

"Enggak."jawaban Aisyah selalu singkat.

"Masa sih, enggak."ucap Hasan dan ingin memastikan ucapan Aisyah itu benar atau tidak ,

karena dia tidak terlalu percaya bahwa Aisyah tidak dekat sama cowok manapun.

"Syah, mau gak kita itu temenan mulai dari sekarang. Soalnya aku tuh pengen aja gitu dekat sama kamu."ucap Hasan pada Aisyah walaupun dari tadi tak ada jawaban dari Aisyah.

"Itu sih jika kamu tidak keberatan, kalau gak mau aku gak bakalan maksa."ucap Hasan pada Aisyah lagi meskipun tidak ada jawaban yang keluar dari mulut Aisyah.

"Syah,Aisyah..Aisyah.."panggil Hasan pada Aisyah sampai 3 kali.

"Boleh boleh aja kita berteman."itulah jawaban dari Aisyah setelah Hasan memanggil namanya.

"Makasih yah udah mau temenan sama aku."kata Hasan dengan muka berseri seri, karena ada kesempatan untuk bisa ngedeketin dia. Bisa aja Aisyah lama lama bisa cinta karena pertemanan yang akan mereka jalin ini.

"Syah, nanti malem kita bisa pergi enggak yah ?"tanya nya pada Aisyah.

"Kamu ada acara enggak ?"tanya Pada Aisyah dengan nada serius dan berharap jika mereka bisa jalan jalan.

"Ada acara. Gak bisa jalan sama kamu."ucap Aisyah dengan dingin pada Hasan.

"Oh, gak papa syah. Lain kali aja jika kamu ada waktu.

Sampai lah dirumah Aisyah, dan Aisyah pun turun dari motor besar nya Hasan. Hasan ini memakai motor ninja warna hijau, Hasan pun melihat Aisyah dari belakang yang sedang berjalan kearah pintu rumah nya,"gue pamit pulang syah."kata Hasan yang ramah tapi didalam hatinya nyesek karena dari tadi dicuekin dan dijudesin terus sama Aisyah.

Aisyah pun mau memegang gagang pintu, lalu menoleh ke belakang dan melihat Hasan yang mau melajukan motor ninja,"makasih udah nganterin aku pulang Hasan."kata Aisyah pada Hasan dengan suara tidak terlalu keras.

Hasan yang membelakangi Aisyah yang tadinya memasang wajah cemberut akhirnya tersenyum. Tanpa menoleh ke arah Aisyah, Hasan pun tetap melajukan motor nya.

*

Aisyah pun ke kamar nya,Lalu dia langsung mandi. Setelah mandi seperti biasa dia memakai pakaian nya, dia memakai hijab seperti biasa,"Aisyah."panggil Firman ketika baru pulang jualan.

"Iya, Ayah."kata Aisyah pada ayah nya dengan terburu buru menghampiri sang ayah.

"Ibu mu kemana? " tanya Firman menanyakan istrinya pada anak semata wayangnya.

"Aku baru pulang maen ayah, aku tidak tahu ibu kemana waktu aku ke kamar nya dia tidak ada dikamar."jawaban Aisyah pada Firman.

"Oh iya sayang, ayah mau ngasih kamu uang. Simpan yah uang nya, kamu kan pengen kuliah."Kata Firman pada anak nya memberi uang recehan yang sangat banyak sekitar 20 juta an.

"Ayah mengumpulkan uang untuk kamu kuliah, ayah pengen kamu jadi sarjana."kata Firman pada Anaknya.

"Makasih ayah."ucap Aisyah sambil menerima uang yang diberikan ayahnya kepadanya,

Uang itu pun sedang ia genggam.

"Aisyah mau simpan ini yah, makasih ayah sudah mau ngedukung Aisyah untuk kuliah ,

dan nabung buat biaya kuliah Aisyah."ucap Aisyah dengan terharu dan matanya berlinang air mata.

Aisyah pun segera masuk ke kamarnya, dan Nina pun tak lama datang ke rumah nya,"Ayah udah pulang ?"tanya Nina pada suaminya.

"Sudah bu."jawab Firman dengan bersemangat.

Firman pun menyodorkan uang pada istrinya,"kok dikit kali uang nya,Mana cukup segini. Ayah ini kalau belum dapet uang banyak,jangan pulang dulu."kata itu lah yang terucap saat Nina menerima uang dari suaminya.

"Maaf yah bu, Ayah bisa ngasih segini dulu. Sudah keliling kemana mana, cuma laku segini.

Bersyukur saja bu, masih bisa belanja buat masak untuk makan malam dan besok."kata firman lalu pergi ke kamar mandi.

"Aisyah jangan sampai kamu menikah dengan suami yang berpenghasilan sedikit kaya gini,

gak bisa memenuhi segala keinginan Istri."monolog dalam hatinya yang tidak ingin nasib anaknya mendapatkan suami yang miskin.

Setelah selesai mandi, Firman langsung diam di belakang rumah nya tersedia tempat duduk untuk dia beristirahat saat dia sudah pulang kerja,"selama bertahun tahun lamanya, aku menabung untuk mendapatkan uang sebesar itu. Agar anak ku bisa mewujudkan impian nya untuk bisa kuliah. Dan akhirnya aku pun bisa mengumpulkan uang sebesar itu walaupun dengan waktu yang sangat lama."monolog dalam hati firman sambil memandangi sekitar.

Sedangkan Aisyah sendiri, ada yang mengirim kan pesan WhatsApp padanya, nomor tidak dikenal. Dan setelah di lihat lihat siapa pemilik nomor whatsapp itu adalah Hasan Pratama"lelaki itu punya nomor Whatsapp ku."monolog dalam hati Aisyah dengan terheran heran.

Unduh sekarang dan klaim hadiahnya
Scan kode QR dan unduh aplikasi Hinovel