Cowok Possesif
Rutinitas Lala sehari-hari sebelum off kerja, pagi jadi malam, malam jadi pagi.
Bangun tidur, mandi, makan, kerja, pulang kerja, tidur. Eh ketinggalan bokernya, lol.
Sometimes she feel so boring guys, haiz.
Sekali kali punya rasa boringlah ya jangan happy aja.
Lala udah ngilang ke alam mimpi, sedangkan sahabatmya yang empat orang ini masih sibuk dengan kesibukannya masing-masing.
Hara Pesek sibuk bikin makan ternyata dia laper guys, Yola Jenong nonton tv sambil ngegares aja tuh mulut, Indah Megalomen sibuk teleponan sama lakinya, Sinta Sinchan beresin barang-barang Lala yang di sofa.
"Nanti pada gawe gak lu orang Pesek, Jenong, Megalomen?"
"Jenong gawe Chan."
"Megalomen juga gawe Chan."
"Sama Pesek juga gawe Chan."
"Ya udah ntar yang bangun duluan lu orang, bangunin gue."
Semua mengacungkan jempolnya, tidak lama kemudian semua menghilang ditelan bumi eh nyusul ke alam mimpi maksudnya.
"Ya udah liat nanti ya Pesek, Jenong."
Setelah selesai makan steamboat mereka berlima keliling dulu di Mall Kelapa Gading, belanja sekalian cuci mata guys, manatahu ada barang inceran yang lagi diskon ya kan biasalah cewek. Ulala syalalala senangnya.
Dilihat jam di tangan kanannya, jarum pendek ke angka tiga jarum panjang ke angka sembilan berarti jam tiga lewat empat lima sore.
"Ayo kita balik Chan, udah sore nih bentar lagi pasti macet, weekend euy."
"Yuk cuss La."
Untunglah belom terlalu macet jadi sampai apart cepat gak makan waktu lama cuma tiga puluh menitan lebih.
Di kamar...
Lala raih ponsel yang dicharger di samping singgana peraduan, sambil pasang posisi duduk santai punggungnya disandarkan di bantal yang ditumpuk, lalu dicek batterai ponsel udah full, kotak pesan masuk banyak sms diantaranya dari Heri dan panggilan masuk ada belasan kali dari Heri juga.
"Oh pasti dia kira gue masih molor, emang kenapa kalo malming?" pikirnya.
"Hey kamu maaf ya baru bales, hp tadi lagi dicas dan kusilent."
"Iya cantik gak pp, oh pantesan. Lagi apa nih? Udah makan belum?"
"Lagi bernafas, udah tadi makan steamboat. Kamu dah makan?"
"Ah basa-basi busuk nih laki." gerutunya.
"Ntar malem kemana cantik, makan steamboat di mana sama siapa?"
"kerja, kenapa?"
"Wow, posesif nih laki." batinnya.
"Wow jutek, demen deh. Pulang kerja jalan yuk cantik?"
"Telepon aja, capek ngetik ih."
Kira-kira setengah jam Heri telepon, selesai telepon Lala senyum-senyum sendiri sambil tepok jidat.
'Ada apa sama diriku, apa gue lagi kasmaran? Deg-degan ih." pikirnya.
Rahasia ya guys teleponannya, gak Lala jabarin jadiin percakapan, capek ngetik. Ala-ala beud yak.
"Malam ini malam minggu, udah ketebak pasti rame nih kerjaan calon lembur ini sih. Mana ada waktu buat yang namanya malmingan or ngedate, apalagi dinner romantis kaya orang-orang gitu mimpi aja. Kecuali lagi cuti, nasib jadi kuli." gerutunya.
"Ayo berangkat kerja, La."
"Gue jalan duluan ye Chan, ojek gue udah di lobby."
"Ya udah hati-hati lu, see you di kantor."
Hari ini semua berangkat kerja, sebulan kadang off kerja empat sampai enam hari. Semangat guys.
"Masih di kantor? Jadi gak kita jalan cantik?"
"Lembur aku, balik jam lima."
"Sama aku juga balik jam lima, mau di jemput gak cantik?"
"Gak usah gak mau ngerepotin, maaci."
"Terus gak jadi dong kita ketemu? Kangen nih sama dirimu cantik."
"Hmmm gitu ya, ya udah nanti ketemu di Lokasari aja, di Kfcnya."
"Ok cantik, gak sabar."
"Eh dia kangen, baru kenal tiga harian Kok bisa? Terus kenapa malah gue suruh ketemu di Lokasari, duh kacau au ah." gerutunya.
Waktunya kerja selesai dan Lala masih di loker, istirahat bentar karena lumayan menguras tenaga malam ini, capek sekali rasanya.
Suara dengarkanlah aku ...
Dering ponsel Lala, dilirik ponselnya panggilan masuk telepon dari Heri.
"Ya halo."
"Halo cantik, aku udah di Kfc Lokasari nih."
"What? Aku masih di loker, tunggu ya."
"Aku akan setia menunggumu cantik."
"Gombal." batinku.
Pesek dan Jenong udah pulang ke apart, Sinchan ke Casablanca nemuin Jepunnya, Megalomen ke tempat lakinya dan Lala mulai dekat dengan Heri.
Lala segera ganti baju, rapih-rapih dan langsung otewe ke Lokasari takut kelamaan nunggu Heri, kasian aja. Selama perjalanan dada deg-degan, oh em ji.
Di Lokasari...
"Gengsi aja ya kan masa aku yang sms duluan, tapi dia udah nungguin dari tadi di Lokasari" pikirnya.
Jadi Lala beranikan diri buat sms Heri duluan, membuang rasa gengsi. Demi apa coba...demikian.
"Aku udah di Loka, ini lagi jalan ke Kfcnya, maaf ya lama."
"Oke, Santai aja cantik. Mau kupesenin apa?"
"Aku mau twister sama ice cream, tolong ya."
"Oke cantik."
Lala udah bisa lihat Heri lagi pesen makanan di Kfc dari jalan, tahu sendirikan guys outlet Kfc kacanya tidak ada gordennya.
Dilepas tas selempangnya diletakkan di sampingnya, duduk di deket kaca dan letakkan tangannya sebelah kanan di meja menyangga dagunya, pandangannya lurus ke kasir ke arah pria yang sedang memesan makanan.
Heri menoleh ke arahnya dan melemparkan senyuman, ia pun tersenyum. Walau pun pagi itu rasa ngantuk menyerang, ia coba tuh menahannya.
"Duh ngantuk euy." gerutunya.
"Ini pesenannya cantik, twister dan ice cream."
"Maaci."
Heri ke meja yang gak jauh dari meja yang Lala duduki, dia ambil makanan yang di meja itu dan membawanya kemeja.
"Lah gue salah meja, gue kira dia belum pesen makanan buat dia juga. Kocak lu Lala." pikirnya.
"Kirain belum pesen makan buat dirimu."
"Udah pesen cantik."
"Oh oke, baiklah."
"Ini sih bukan malmingan, mingguan lol." batinnya.
"Ini mingguan ya kita, bukan malmingan jadinya cantik."
"Eh itu kan yang baru gue omongin dalam hati gue, kok bisa sama ya?" pikirnya heran.
Sering banget nih Lala terheran begini, tapi gak terlalu ambil hati sih nanti juga lupa.
Di tengah makan sambil ngobrol Lala menguap beberapa kali udah gak tahan ngantuknya minta ampun, pagi itu jam dinding di Kfc sudah menunjukkan pukul tujuh lewat dua puluh lima.
"Ngantuk ya, nanti kerja gak cantik?"
"Udah tau pake nanya." batinnya.
"Kelihatnya gimana? Aku off kalau minggu."
"Ngantuk sih, ke rumahku yuk cantik?"
Hari minggu pagi yang bisa dibilang indah. Walaupun ngantuk berat, tapi pertemuan kedua dengan pria yang berparas tampan dan unyu-unyu ini bikin hati tidak berenti berdebar-debar, kadang membuat Lala tersipu malu-malu karena sering dipuji oleh Heri.
Digombalin tapi ada rasa senang mendengarnya Lala tidak memungkirinya, berbunga-bunga rasanya.
He make me so melting ulala syalalala..
"Ayo ke rumahku aja cantik"
"Jauh gak? Ngantuk euy, ada siapa aja di rumahmu?"
"Deket kok masih daerah pecenongan juga, ada bokap, sodara, rame pokokna."
"Waduh, malu lah mana masih pagi banget ini, hadeh!"
"Santai, nanti bobo di rumah aja cantik."
"Ya udah pesen aja Kfcnya buat dibawa pulang, ntar aku yang bayar."
"Gak usah cantik biar aku aja yang bayar."
"Kalau ditolak aku pulang aja deh."
"Ih jangan gambek dong cantik, ya udah aku pesen dulu tunggu bentar ya."
Aku menganggukan kepala dan senyum manis semanis-manisnya.
"Aih, kenapa gue mau diajak ke rumahnya. Ah, kenapa gue gak nolak? Efek ngantuk kali, rempong yeti." gerutunya.
"Aku bawa motor, ngantuk banget ya cantik?"
"Lumayan, hoam."
Menguap udah yang keseribu kalinya, lebay yak!
"Duh, takutnya jatoh kalau naek motor, gimana kalau kita naek taksi aja ya cantik? Motorku tinggal aja dulu."
"Deketkan? Naek bajaj aja lah biar cepet sampe rumahmu, udah gak kuat nih mataku udah lima watt."
