Pustaka
Bahasa Indonesia

Marry My Maid

41.0K · Tamat
elsa amini
52
Bab
8.0K
View
9.0
Rating

Ringkasan

Alvon menikahi Cyra bukan atas dasar cinta, melainkan rasa tanggung jawab nya karena sudah menghamili Cyra. Cyra bukan terlahir dari keluarga kaya dan terpandang seperti dirinya. Maka dari itu Alvon sangat membenci Cyra. Bukan hanya karena wanita itu miskin, namun, karena wanita itu juga hubungan nya dengan sang kekasih harus rela berakhir. Lantas, apakah dengan perlahan Alvon bisa menerima kenyataan dengan melupakan kekasih nya dan berusaha untuk mencintai Cyra?

RomansaIstriMenantuLove after MarriageKeluargaPernikahanMengandung Diluar NikahTuan Muda

Prolog

Suasana rumah mewah itu tampak sangat sunyi. Yang terdengar hanyalah suara detikan jam dinding berukuran besar yang menunjukkan pukul dua belas malam.

Wajar, semua penghuni rumah sudah terlelap dan hanya menyisakan seorang gadis bersurai panjang yang sejak tadi cemas bolak-balik di depan pintu utama karena menunggu tuan muda nya pulang. Ia sudah berjanji pada tuan besar, untuk tidak tidur sebelum tuan muda nya pulang ke rumah.

"Ya Tuhan, semoga tidak terjadi hal buruk pada den Alvon. Ini sudah sangat larut, kenapa den Alvon belum juga pulang?" Kedua tangan gadis itu mengepal di depan, merapalkan doa.

Hingga tidak lama setelah ia berbicara, terdengar lah suara deru mesin mobil dari luar.

"Itu pasti den Alvon, syukurlah.."

Gadis itu segera membuka kunci pintu dan tersenyum lebar menyambut kedatangan tuan muda nya. Namun, senyuman itu seketika sirna ketika melihat tuan muda nya sedang di papah oleh seorang pemuda lain.

"Den... Astaga, den Alvon kenapa?"

"Aku Rezka, teman Alvon. Alvon mabuk berat, tolong bawa dia masuk."

Gadis itu segera memapah Alvon dan tidak lupa mengucapkan terimakasih pada pemuda bernama 'Rezka' itu.

Sepeninggal Rezka, gadis itu segera mengunci pintu dan berjalan perlahan sambil memapah Alvon.

Namun, tiba-tiba...

Bruk.

Tubuh tegap beraroma Alkohol itu ambruk di atas tubuh gadis itu. Gadis itu meringis, hingga seketika melebarkan matanya ketika dengan lancang Alvon mencium bibir nya dengan kasar dan rakus.

"Mpphh.."

Bugh!

Bugh!

Gadis itu memukul dada bidang Alvon dengan sekuat tenaga. Namun percuma. Tenaga nya kalah telak dengan tenaga Alvon.

Alvon melepas pangutan nya. Mata hazel nya menatap mata gadis itu yang mulai berair menitikan airmata.

"Kita akan bersenang-senang Alice." Ujarnya sambil tersenyum lembut.

"Ti-tidak! Siapa Alice? Aku bukan Alice den, aku Cyra! Aku mohon, jangan lakukan ini!"

Percuma. Alvon sudah lebih dulu menggendong nya, membawa nya ke dalam sebuah kamar bernuansa navy itu.

"Turunkan!"

"Turunkan aku!"

"Sttt, tenanglah. Kita akan bersenang-senang honey."