
Ringkasan
Dua orang remaja yang terlibat perjodohan di usia yang terbilang cukup muda dikalangan mereka berdua. Mereka, Edsel dan Freyya. Keduanya harus menikah disaat teman-teman sebayanya sibuk bergonta-ganti pasangan. Lantas bagaimana hubungan keduanya setelah berumah tangga? Akankah Freyya bisa menerima dan mencintai lelaki pilihan sang ayah? Atau justru malah sebaliknya?
Prolog
"Kamu akan papa jodoh kan dengan anak sahabat papa."
"Uhuk, uhuk."
Gadis cantik bernama FREYYA BASWARA itu tersedak setelah mendengar ucapan papa nya, Gustin. Freyya menatap sang papa tak percaya. Apa-apaan ini? Memang nya ini zaman apa main jodoh-jodohan segala?
"Papa apa-apaan sih. Freyya itu masih sekolah, Freyya ga mau nikah muda." Tukas nya kesal.
"Ini yang terbaik untuk kamu Freyya.."
"Apa yang terbaik pah? Ini jelas-jelas gada baiknya."
"Freyya, turuti apa kata papa mu nak." Ujar seorang wanita paruh baya yang terlihat cantik dengan balutan dress selutut nya. Wanita itu Lucy, mama Freyya.
"Mama sama papa sama aja!" Freyya beranjak dari duduknya, bergegas keluar rumah dengan ransel yang sudah menyampir di punggung nya.
Huh! Pagi yang menyebalkan!
"Seandainya kamu tau yang sebenarnya Freyya.."
-----
"Ayah dan bunda sudah sepakat menjodohkan kamu dengan anak sahabat ayah."
Pemuda tampan bernama EDSEL JUVENAL DAVIES yang kini tengah menyantap sarapan paginya itu tampak terkejut mendengar ucapan ayahnya, Evans. Untung saja ia sudah menelan makanannya, coba jika tidak? Mungkin ia sudah tersedak.
"Jodohkan?" Edsel tersenyum lebar, "Sama siapa yah? Cantik ga? Sexy ga? Kalo sexy sih Edsel mau deh."
"Edsel!" Elys, bunda Edsel melototi putranya itu sambil menggelengkan kepala. Sementara Edsel hanya cengengesan menanggapi nya.
"Canda bun."
"Sudah cepat sarapan, nanti malam kita bicarakan lagi." Tegas Elys dan Edsel pun mengangguk mengiyakan.
Semoga, calon bini gue cantik plus sexy. Batin Edsel dalam hatinya.
