Pustaka
Bahasa Indonesia
Bab
Pengaturan

Tidak Pasti?

"Semua wanita memang sangatlah membutuhkan suatu kepastian yang jelas dari orang yang ia sukai"

-Nadin-

Enam bulan kemudian, tak terasa kami sudah saling berkenalan setengah tahun. Namun, Selama tiga bulan ini kami tidak saling berkomunikasi, Komunikasi terakhir kami yaitu pada tiga bulan yang lalu. Entah apa yang sedang terjadi pada dirinya, Kenapa tiba-tiba Lost Contact dengan dia, Aku sebagai wanita pastinya membutuhkan sebuah kepastian. Tapi kenapa semua ini harus terjadi? Kenapa dia tiba-tiba menghilang tanpa jejak? Apakah aku harus terus berdiam menunggu sebuah harapan yang mungkin telah hilang? Yang dia lakukan saat ini begitulah kejam, karena telah menyiksa sebuah hati yang terus MERINDU. Aku mencoba untuk tidak terlalu memikirkan dia, tapi tetap saja terkadang ada suatu pikiran yang terlintas tentang dirinya.

Saat di kantor ku, para karyawan membuat sebuah GOSIP dan dugaan-dugaan yang belum tentu kebenarannya, karena memang mungkin karyawan dikantorku sudah tidak sabar dengan pernikahan ku kelak. Setelah aku berjalan masuk dan menyapa para karyawan, Para karyawan wanita langsung berkumpul dan membicarakan tentang diriku.

"Eh itu, Mbak Nadin bukannya udah lama ya katanya ta'arufan sama yang dokter itu?" Tanya salah satu karyawan di kantorku

"Iya yah, udah setengah tahun loh kalau nggak salah, masa iya mau gagal lagi? Jadi kasian deh sama Mbak Nadin, sebenernya itu masalahnya apaan sih? Bukannya Mbak Nadin itu orangnya baik, cantik, Sholehah, terus sukses. Kayaknya kan udah sesuai banget tuh kalau dijadiin istri"

"Kata yang lainnya sih, Mbak Nadin itu udah nggak pernah tuh komunikasi lagi, terus juga nggak pernah ngedatengin secara langsung, terus tuh ya yang katanya orang tuanya si dokter mau datang ke rumahnya Mbak Nadin itu HOAX alias belum pernah ke rumah"

"Haa masa sih? Ko tega ya nge PHP-in seorang wanita yang kaya Mbak Nadin"

Hampir setiap hari mungkin para karyawan selalu membicarakan tentang ku dan Dokter Alfian, Bisa dibilang seperti selalu menjadi Trending Topic. Ketika karyawan yang sedang membicarakan Mbak Nadin, Sarah menghampiri beberapa karyawan yang sedang bergerombol.

"Pagi-pagi udah ngegosipin orang, mau sampai kapan coba?" Ucap Sarah

"Eh ada Sarah" jawab salah satu karyawan dengan memasang muka yang sedikit takut dan malu

"Iya kenapa? Udah deh coba jangan ngurusin hidup orang, emang kalian udah pada punya calon pendamping masa depan yang jelas-jelas udah pasti gitu" Jawab Sarah

"Iya iya maafin kita deh, tapi jangan bilang ke Mbak Nadin ya"

"Aku nggak usah ngomong ke Mbak Nadin juga dia udah paham kok" jawab Sarah

Setelah itu, Sarah menghampiriku ke ruang kerja ku.

"Mbak, ada berkas yang perlu ditanda tangani"

"Oh iya, yang mana aja nih?"

"Yang ini mbak" dengan memberikan beberapa berkas

"Mbak yang sabar ya, semuanya pasti akan indah dengan seiring berjalannya waktu" lanjut Sarah

"Maksudnya?" Tanya ku

"Dokter Alfian sampai sekarang belum datang dan hubungin mbak lagi kan? Tapi kenapa bukan mbak aja yang nyoba CHAT duluan dia?"

"Maaf ya Sarah, kita jangan ngebahas ini, okay" Ucapku dengan senyum tipis kepada Sarah

"Ya mbak maafin Sarah ya"

Dengan perasaan tak enak, Sarah keluar dari ruangan ku.

***

Ketika aku pulang kerumah, aku memikirkan saran dari Sarah yang menyuruhku mencoba menghubungi dia, Tapi aku takut jika aku mencoba CHAT dia duluan apakah akan di balas atau tidak. Aku terus berpikir dengan memegang gadget ditanganku dan mencoba mengetik pesan lalu dihapus kemudian mengetik kembali lalu dihapus.

"Nggak nggak, aku nggak bakal nge-CHAT dia duluan, aku harus positive thinking kalau dia sedang sibuk. Tapi, sampai kapan aku harus nungguin kaya gini?"

Saat makan malam, aku ditanya oleh ibuku tentang bagaimana kabar dari Dokter Alfian.

"Nad, bagaimana kabarnya Dokter Alfian? Jadi kan orang tuanya dia datang kesini?" Tanya ibuku dengan penuh harap dan rasa khawatir

"Emm, kalau ada waktu pasti bakal datang kesini ko"

"Terus kapan?" Tanya bapak

"Ya Nadin nggak tau pak, Kita tinggal nunggu aja"

"Mau sampai kapan kamu mau terus menunggu? Tapi kamu masih berkomunikasi kan sama dia?"

"Ma... Masih ko pak" dengan gugup aku menjawab dan terpaksa harus berbohong kepada bapak dan ibu ku supaya mereka tidak terlalu khawatir

"Ya kamu tanya dong nad, kapan kesininya gitu, saling mengenal itu sebaiknya jangan terlalu lama, ibu sama bapak juga udah nggak sabar" Ucap ibu dengan senyum

"Nanti ya Bu, Nadin coba tanyain hal ini" ucapku dengan senyum

"Ya coba kamu tanyain baik-baik sama dia" Jawab ibuku

Setelah selesai makan, aku masuk ke kamar dan terus berpikir apakah dia akan datang kesini atau tidak, atau dia tidak akan pernah datang lagi, atau bahkan dia akan datang tetapi untuk membatalkan rencana kami. Untuk menghindari perkiraan atau pikiran yang buruk aku sholat isya dan berdoa untuk mendapatkan suatu ketenangan dalam hatiku. Setelah itu, aku langsung tidur. Berharap esok hari adalah hari yang baik dan akan mendapatkan kabar yang baik entah apapun itu, yang jelas dan terutama yaitu kabar dari Dia.

Unduh sekarang dan klaim hadiahnya
Scan kode QR dan unduh aplikasi Hinovel