Tentang Ku
"Jangan mudah menilai orang lain, karena belum tentu penilaian kamu benar"
-Nadin Rahmania Soedjono-
Aku Nadin, wanita muslimah berhijab yang masih menutup diri tentang percintaan, nama lengkap ku Nadin Rahmania Soedjono yang terlahir dari keluarga yang berasal dari Yogyakarta ayahku bernama Haris Soedjono dan ibuku bernama Annisa Lukman, ayahku adalah seorang arsitek yang kini masih aktif menjadi arsitek walaupun beliau mengidap suatu penyakit, dan ibuku adalah seorang desainer muslimah yang handal dan telah mendirikan butik . Dan aku adalah arsitek yang memiliki kantor sendiri yang juga dibantu oleh kedua orang tuaku, dan kini ia menetap di rumah bersama orangtuaku di Jakarta, kenapa aku memilih menjadi arsitek? Kenapa tidak mengikuti jejak ibuku yang seorang desainer? Ya karena arsitek adalah cita-cita semenjak kecil dan sering diajak oleh ayah ke sebuah bangunan rumah atau lainnya yang sedang dibangun, itulah yang membuat Nadin jatuh hati dengan dunia arsitektur. Namun, bukan berarti aku mengabaikan karir sang Ibu, Justru aku juga sering membantu ibu mendesain, memotong bahan dan lain-lainnya. Ya Nadin kecil adalah seorang yang sangat mencintai dunia desain, desain rumah, apartemen, baju dan apapun itu yang bersangkutan dengan desain.
Kini aku sudah berusia 25 tahun. Aku selalu menyibukkan dirinya dengan pekerjaan, memang permintaan klien yang begitu banyak. Kesibukan itupun dimanfaatkan oleh aku ketika ditanya tentang percintaan, aku selalu mengalihkan pembicaraan ketika sedang berkumpul dengan teman-teman.
*Maklum, Nadin pernah gagal dalam percintaan, pada waktu itu sebenarnya Nadin sudah melakukan ta'aruf dengan seorang laki-laki pilihannya. Namun harus gagal karena ada sesuatu kesalahan yang dilakukan oleh laki-laki tersebut. Kegagalan tersebut yang membuat Nadin berpikir banyak ketika ada laki-laki yang mencoba mendekatinya. Sebenarnya, kedua orang tuanya sudah khawatir dengan Nadin yang tak kunjung memikirkan untuk pernikahan, karena ia justru lebih memikirkan karirnya. Lalu apakah Nadin akan terus menolak ketika banyak laki-laki yang ingin mengajaknya serius? Apakah Nadin harus terus trauma dengan kisah cintanya yang kelam dimasa lalu? Dan apakah ia akan menemukan seorang laki-laki yang tidak akan membuatnya trauma kembali? Jika memang ada, pria seperti apa yang ia pilih nantinya.*
***
Aku memang sangat memikirkan karirku dibanding kisah cinta, bagiku kisah cinta adalah suatu hal sampingan, yang utama adalah kesuksesan karir. Walaupun terkadang, aku juga menginginkan memiliki pasangan hidup yang setia nantinya. Tapi aku tidak terlalu berpikir banyak pada hal asmara.
Sebagai wanita muslimah aku juga harus menjaga pandanganku terhadap laki-laki, walaupun aku adalah wanita muslimah modern yang banyak bekerja sama dengan laki-laki. Banyak laki-laki yang ingin mendekatiku setelah mereka tau bahwa aku wanita SINGLE, tetapi kebanyakan dari mereka tidak serius, mereka hanya mengajak ku untuk berpacaran yang tidak tau kejelasannya.
Bahkan, ada klien ku yang juga mengajakku untuk menikah, dan aku menanggapinya dengan tawa dan aku berpikir hanya sebatas bercanda walaupun dia mungkin serius. Walaupun aku terus menyendiri, orang tua ku tidak pernah menjodohkan ku, mereka percaya akan pilihan laki-laki yang akan menjadi pasangan hidup ku kelak. Aku hanya membiarkan waktu yang menjawab, ya, hanya ikuti alurnya saja dan terus berharap di berikan jodoh yang terbaik. Karena pada hakikatnya, manusia hanya bisa berencana semua yang mewujudkan adalah ALLAH SWT.
