Pustaka
Bahasa Indonesia
Bab
Pengaturan

Bab 1 Aku Merasa Sangat Bahagia Mas

Bab 1 Aku Merasa Sangat Bahagia Mas

Pagi yang cerah...sinar matahari masuk dari celah tirai...aku merasa silau dan membuka mata perlahan...Disampingku masih terbaring Ryan suamiku..dia masih terlelap,kupandangi wajahnya yang tampan dan tenang dalam tidurnya.Dan perlahan aku turun dari tempat tidurku agar tidak membangunkannya...

Aku kekamar mandi membersihkan diri..dan saat aku keluar kulihat ryan sudah bangun..

"Pagi sayang"..sapaku tersenyum dan mendekatinya..Ryan tersenyum dan memeluk aku..

"Pagi juga sayang"...dia mencium bibirku ringan...

Aku merasa bahagia..kini aku telah menjadi seorang nyonya Ryan....

Sudah 1 minggu pernikahan kami..cuti kami pun sudah akan berakhir..besok kami harus kembali bekerja..

"Ayo bangun sayang..kita sarapan.kau mandi dulu aku akan siapkan sarapan untukmu"..aku bangun dan mencium suamiku sebelum turun..

Tak berapa lama Ryan turun dan langsung memeluk aku dari belakang dan mencium pipiku..

aku hanya tersenyum..

"Duduklah suamiku sayang..sarapannya sudah siap!".

"Hmmm sepertinya enak..istriku memang pandai masak."

"Jangan merayu pagi pagi say."aku menggodanya.

.

Kamipun menikmati sarapan kami..

Hari ini kami hanya berdiam di rumah menikmati hari cuti terakhir sambil merapikan rumah kami yang baru kami tempati.

beberapa hari ini..

Rumah impian kami, dan ini hadiah dari mas Ryan.Aku sangat bahagia , akhirnya aku bisa menjadi pendamping hidupnya yang sah.

Disana...mas Ryan merapikan tanaman hias yang baru kami beli. Kupandangi wajahnya yang terlihat makin tampan saat serius dengan pekerjaannya.

Aku tersenyum mengenang pertemuanku dengannya.

Dia adalah kakak tingkatku saat kuliah.Wajahnya yang tampan dengan tubuh atletisnya, dan jangan lupakan lesung pipinya yang semakin menambah ketampanannya.Banyak mahasiswi yang menjadi pengagumnya dan aku termasuk salah satunya... Namun aku hanya menjadi seorang pengagum rahasia..

Aku sadar begitu banyak wanita cantik yang mengejarnya secara terang terangan..Dan aku tak seperti mereka, aku sadar akan diriku tak sebanding dengan mereka..

Aku hanya bisa melihatnya diam diam dari jarak jauh..

Namun suatu hari, tanpa sengaja kami bertemu di perpustakaan.Tempat favoritku di waktu senggang selama di kampus.Tubuhku yang tak terlalu tinggi, tak bisa menjangkau buku yang letaknya tinggi, sampai tiba tiba ada tangan yang terulur dan mengambil buku itu.Dan saat kulihat betapa terkejutnya aku saat melihat siapa orang yang telah mengambilkanku buku..

Aku berdiri terpaku menatapnya dengan keterkejutannku..Dan senyumnya semakin membuatku terpesona, yang membuatku tak bisa berkata apa apa..

" hei...kamu perlu buku ini?"...

aku hanya terdiam...oh Tuhan benarkah pendengaranku ini? Aku bertanya dalam hati..tak bisa kupercaya akan pendengaranku sendiri..suara itu begitu merdu terdengar.Sampai aku tersadar karena kibasan tangannya..

" hei..are you okey?"..tanyanya lagi

" ah..i..iya..ya"..jawabku gugup

Dia tersenyum, yang semakin membuatku diam terpaku menatapnya ..

" ini..ambillah.." dia menyerahkan buku itu.

" terima kasih kak..." jawabku gugup sambil menerima buku itu.

" sama..sama" jawabnya sambil berlalu menyusuri lorong perpustakaan

Kupegang dadaku yang berdebar kencang..dan aku tersenyum bahagia..

Ah..... akhirnya aku bisa melihatnya dari jarak yang dekat.

Aku melangkah dan mencari tempat yang nyaman untuk membaca.Kudekap erat buku itu sambil membayangkan senyumnya tadi.

Akhirnya aku menemukan tempat yang nyaman, kubuka dan aku mulai membaca, sampai beberapa lama kurasakan meja yang kutempati bergerak dan suara tarikan kursi..Aku menengadahkan kepalaku dan betapa terkejutnya aku...

Dia duduk dihadapanku dengan tenangnya..

"hai...boleh aku bergabung disini?" tanyanya tetap dengan senyumnya..

Aku gugup dan menjadi salah tingkah...

" eh..ya kak..tentu saja boleh" jawabku pelan.

Aku yakin andai ada cermin, bisa kubayangkan betapa merahnya wajahku..

Kak Ryan tersenyum menatapku yang membuatku semakin malu dan aku hanya bisa menundukkan wajahku.

Sampai beberapa saat kami larut dengan bacaan kami masing masing. Dan akupun perlahan lahan mulai terbiasa dengan keberadaannya di depanku.

Sampai beberapa saat kemudian dia memulai pembicaraan..

" emmm..kamu baca apa? dari tadi kuperhatikan kamu tampak larut dengan bacaanmu"

Aku menatapnya...

" eh..maaf kalau aku beraku kamu denganmu" katanya lagi sambil menggaruk kepalanya.Dia terlihat menggemaskan.

"tidak apa apa kak..ini aku membaca novel" kataku sambil memperlihatkan sampul bukuku. Dia tampak mengerutkan keningnya membaca sampul bukuku.

"hem..aku suka dengan penulisnya..kamu juga penggemar penulis novel ini."

aku mengangguk "Ya kak..sudah beberapa buku yang aku baca."

Dia manggut manggut dan selanjutnya obrolan kami mengalir dengan lancar, karena kesamaan kami sebagai pengagum penulis ini..

"Eh...ngomong ngomong kita belum tahu nama kita masing masing ya." katanya sambil tertawa.

Aku juga tertawa saat menyadarinya.

"Kenalkan aku Ryan," katanya mengulurkan tangannya

" Larasati .." jawabku menyambut uluran tangannya.

"Nama yang indah..aku suka mendengarnya." katanya lagi.

"Biasa saja kak.." aku menunduk karena aku yakin wajahku pasti memerah. Dia tersenyum menatapku.

Dan begitulah...semenjak itulah kami semakin dekat.Dia dengan kepribadiannya yang hangat dan penuh perhatian, mampu membuatku nyaman saat bersamanya.Meski banyak mahasiswi yang merasa cemburu dengan kedekatan kami.Dan meskipun kami dekat, aku tak berani terlalu banyak berharap.

Ryan dengan kepribadiannya yang supel, banyak yang dekat dengannya.Aku tidak berani berharap perasaan sukaku padanya akan berbalas.

Setelah sekian lamanya kami dekat, aku semakin berusaha menekan rasa sukaku ini..jujur, aku takut dengan perhatian- perhatian yang Ryan berikan padaku.Aku takut kecewa.Aku takut, aku salah mengartikan bentuk perhatiannya kepadaku.

Namun semakin aku berusaha menjauh, dia semakin dekat padaku.

Hingga pada suatu saat, Ryan mungkin menyadari, saat aku berusaha menjauh darinya.

Aku ingat, saat itu aku melihat Ryan bersama seorang mahasiswi yang memang sedari dulu terang terangan berusaha mendekatinya. Aku melihat dia bergelayut manja pada Ryan.

Ada rasa sakit didadaku...aku berpaling dan cepar cepat melangkah pergi menghindari mereka.

Namun sepertinya Ryan melihat kepergianku, dan tidak aku sangka dia berusaha mengejarku.Tapi usahanya tidak berhasil karena wanita itu mengejarnya.Aku cepat cepat pergi menjauh..rasanya dadaku terasa sesak..aku tak mau Ryan tahu perasaanku.Akan sangat memalukan untukku.Aku tak sanggup untuk menghadapinya.

Dan beberapa hari setelahnya. Ryan menyadari aku berusaha menghindarinya.Meskipun aku berusaha menyembunyukannya namun usahaku sia sia.

Saat aku duduk di taman kampus, Ryan menghampiriku.Aku tak bisa menghindar karena aku tak menyadari kehadirannya.

Aku tersenyum getir berusaha bersikap biasa biasa saja.

"Hai Laras...boleh aku bicara?" katanya sambil duduk di sebelahku.

"Tentu saja kak...apa yang ingin kakak bicarakan?" jawabku sambil menekan kegugupanku

"Aku minta maaf.."

" Kenapa kakak meminrt maaf?" tanyaku balik dan aku terkejut dengan pernyataannya itu.

"Maaf kalau saat itu kamu melihat kejadian itu." aku menatapnya tak mengerti.

"Aku ingin mengatakan sesuatu kepadamu"

Aku menarapnta dan menunggu kelanjuran. pembicaraannya.

"Aku tidak ada hubungan apa apa dengan Dewi..aku harap kamu tidak salah paham."

"Kak Ryan tidak perlu meminta maaf kepadaku, aku tidak apa apa kak." jawabku pelan.

Ryan menatap lekat kemataku.

"Laras...aku suka kamu...dan aku ingin kamu menjadi kekasihku."

Aku terkejut..dan menatap kematanya.Dan ku lihat kesungguhan dimatanya..

Ryan meraih tanganku dan mengusapnta lembut.

"Apa aku salah mengartikan..bahwa kamupun punya perasaan yang sama sepertiku?"

"Kak....aku.." aku gugup karena pertanyaannya

"Lihat aku Laras!"aku menurut dan menatapnya..

Dia tersenyum dan tanpa kuduga dia mencium lembut tanganku..

"Maukah kamu menjadi kekasihku?"

"Tapi kak..." aku menjawabnya ragu...

"Apa yang membuatmu ragu?"

Aku menatapnya lekat...tak sedikitpun keraguan yang kulihat dimatanya.Dan akhirnya aku mengagguk menerimanya untuk menjadi kekasihnya..

Ryan tersenyum dan tanpa kuduga memelukku erat..

"Terima kasih Laras..aku bahagia."

Aku membalas pelukannya. Aku merasa nyaman dalam pelukannya.

Dan sejak itulah kami merajut hari hari bersama.Memang tak berjalan mulus..pertengkaran kecil kerap terjadi selama masa itu.Namun aku bersyukur kami bisa melewati semuanya.Sampai akhirnya Ryan melamarku dan akhirnya kami bisa bersanding sebagai suami istri.

Dan perjalanan kami masih panjang...semoga kami bisa melewati semuanya..

Lamunanku terhenti, saat mas Ryan melangkah kearahku.Aku tersenyum, mendekat kearahnya dan memeluknya erat..

"Apa yang istri cantikku lamunkan hemmm?"

Aku semakin mengeratkan pelukanku..

"Aku merasa sangat bahagia mas."

Mas Ryan mengelus punggungku lembut..

"Mas pun merasa bahagia sayang..."

Aku meregangkan pelukan kami dan menengadahkan kepalaku, menatap wajahnya lekat.

Mas Ryan mencium keningku lembut...

Tak terlukiskan rasa bahagiaku ini...dan semoga kami bisa menjalani hidup berumahtangga dengan damai.Meskipun kami menyadari banyak hal menanti dimasa mendatang.

Unduh sekarang dan klaim hadiahnya
Scan kode QR dan unduh aplikasi Hinovel