Pustaka
Bahasa Indonesia

Koki Modern Terjebak Di Zaman Kuno

653.0K · Tamat
Felesha
581
Bab
516.0K
View
9.0
Rating

Ringkasan

Lu Man tidak pernah membayangkan bahwa suatu hari dia akan menjadi anggota yang menjelajah waktu, dan dia bahkan melakukan perjalanan ke pedesaan kuno! Tidak ada fasilitas modern, tidak ada makanan lezat, dan pemanfaatan lahan yang sangat rendah! Lu Man menghasilkan kekayaannya dari bidang ini menggunakan pengetahuan modern! Mari kita lihat bagaimana Lu Man berusaha menjadi taipan bisnis selangkah demi selangkah!

Pengembara WaktuZaman KunoRomansaKeluargaMemanjakanPernikahanSweet

Bab 1 Menjelajah waktu

"Dingin, sangat dingin ...."

Lu Man berbisik dengan setengah sadar di dalam mimpi.

Bukankah ini hanya mabuk semalam karena putus cinta? Apakah pemanas ruangan juga ingin menganggunya? Dengan sambil berpikir, Lu Man mencoba bangun dan pergi memeriksanya, tetapi matanya susah dibuka.

Kepala juga ikutan sakit, ini pasti lagi sakit.

Posisi di sebelahnya tiba-tiba bergerak, kemudian disusul dengan adanya selimut diletakkan di badannya, akan tetapi tekstur selimut terasa keras, dan tidak membuat badannya terasa hangat.

"Sialan, tunggu aku sudah sembuh, aku pasti membeli empat set sutra itu! Chen Feiyu, memang siapa kamu!"

Mendengar omong kosong Lu Man, pria yang bantu menutupi selimut itu berhenti sejenak, matanya melintas sedikit kejutan.

"Empat set sutra?"

Namun, belum selesai bicara, wanita tersebut menyandar sambil berbisik.

Dalam mimpinya, Lu Man berlari cepat menuju kompor yang hangat, dia memeluk kompor itu dengan menempelkan dirinya sekuat tenaga.

Di malam yang gelap, tindakan ini membuat seluruh badan pria ini menjadi tegang. Pria tersebut ingin mengulurkan tangan dan memeluknya, namun disaat menyentuh Lu Man, pria ini menarik kembali tangannya.

Akhirnya, di dalam kehangatan, Lu Man tidur dengan nyenyak.

Keesokan harinya, ketika Lu Man bangun, hari sudah sangat cerah.

Kepalanya masih terasa sakit, Lu Man memaksakan diri untuk duduk, dan menggunakan jari-jari kakinya untuk mengambil sandal di samping tempat tidur.

Pertama kali, tidak berhasil.

Kedua kali, juga tidak berhasil.

Apakah anjingnya A Huang mengambil sandalnya lagi? Dengan tidak senang Lu Man membuka mata, dan mulai berbisik, "A Huang, tunggu aku menangkapmu, kamu pasti ...."

Pembicaraannya belum selesai, Lu Man langsung berteriak dan menjerit.

"Di mana ini?"

Di depan matanya, itu sama sekali bukan lantai apartemen kecilnya, melainkan sebongkah tanah.

Dan rumah ini yang dilihat secara sekilas sudah dapat melihat ujung rumah, ini sangat jelas bukanlah apartemen yang dia beli dengan susah payah! Perabotan paling berharga disini adalah tempat tidur jelek yang baru tadi dia turun.

Pria di tempat tidur dibuat bangun olehnya, dia membuka mata dan menatap Lu Man dengan heran, "Xiao Man, ada apa dengan kamu?"

"Ah!!!" Lu Man berteriak lagi, "Siapa kamu?"

Pria itu mengerutkan kening, mengulurkan tangan dan menyentuh dahinya, "Bagaimana perasaan kamu sekarang?"

Lu Man melambaikan tangannya, "Ada apa denganku? Katakan! Siapa kamu? Bagaimana kamu bisa membawaku ke sini?"

Pria itu kemudian duduk dan menatapnya dengan mata curiga, "Kamu adalah istriku, aku menemukanmu di gunung dan membawamu pulang!"

Merasa tersambar petir, Lu Man menutup mata dan berbaring kembali di tempat tidur.

"Mimpi, ini mimpi ...."

Pria itu mendekati untuk mendengarkannya, di detik berikut, mulutnya berkedut.

Bangun dan memakai pakaian sendiri, pria itu melihat kembali Lu Man yang masih menghipnotis dirinya sendiri, di dalam mata yang tenang melintas sejenak keengganan.

Dia mengempal tinju, lalu melepaskannnya dan berkata, "Jika kamu bener ingin berpisah dengan aku, tunggu aku menjual barang hasil gunungnya, aku akan pulang untuk bercerai denganmu. Tapi, kamu jangan bunuh diri lagi."

Setelah mengatakan itu, pria itu langsung pergi. Ketika dia sudah berjalan jauh, Lu Man mengangkat kepalanya, dan kembali melihat rumah yang bisa dilihat sampai ujung. Jika diperhatikan dengan detail, bisa dilihat atapnya yang gelap gurita.

Embusan angin bertiup melalui jendela yang pecah, dan bisa dirasakan gumpalan tanah yang jatuh dari dinding.

Dan ini bukan yang terpenting, yang terpenting adalah rumah ini benar-benar berantakan! Sekumpulan sampah dan gumpalan tanah di lantai, hanya tempat tidur semalam yang dengan enggan masih bisa digunakan untuk duduk.

Siapa yang bisa memberitahunya apa yang terjadi? Dia hanya saja melihat Chen Feiyu selingkuh dengan mata sendiri, memukul bajingan itu, dan kemudian pergi ke Bar. Namun kenapa dia bisa datang ke tempat ini secara misterius?

Saat dia sedang berpikir, terdengar suara tajam orang dari luar pintu.

"Istri Laosan (Laosan, yaitu anak ketiga), matahari sudah terbit, kenapa kamu masih tidur, jangan dikira kemarin ingin membunuh diri dan hari ini tidak perlu bekerja, cepat kamu bangun dan pergi masak sana !!!!"