Pustaka
Bahasa Indonesia
Bab
Pengaturan

Bab 10 Jawaban untuk Yuda

Bab 10 Jawaban untuk Yuda

Raya keluar gedung bersama Natan dan Mamanya, Raya memakai kebaya warna soft dan kain panjang kembaran sama mama Raya, Natan memakai kemeja dan celana jeans rambutnya yang agak pirang di sisir kesamping di depan gedung udah ada Yuda, Siska dan Dafa menunggunya.

"Selamat ya Ray." Yuda tersenyum hangat sambil mencium kening Raya dan memberikan bunga, pipi Raya merona.

"Makasih Yud..."

"Sama- sama."

"Cie... kalian serasi banget, cepet lamar dan nikahin Yud!" Siska tersenyum jahil, membuat pipi Raya makin merona,

"Sekarang juga bisa asalkan Raya bersedia." Yuda menjawab sambil memandang Raya, tapi Raya menggeleng,

"Tidak sekarang."

Yuda mengangguk dan memberi salam sama mamanya Raya dan terakhir menggendong Natan.

Siska memeluk Raya. "Selamat dan sukses untuk kedepannya ya Ray."

"Makasih Sis." mata Raya berkaca- kaca.

Dafa mengucapkan selamat juga, raut muka Raya bahagia.

" Ayo pulang! mama udah masak banyak di rumah untuk kalian semua." semua mengangguk tanda setuju dan masuk mobil menuju rumah Raya.

Di sepanjang perjalanan tidak hentinya mereka tertawa mendengar celotehan Natan,

Mobil berhenti di halaman rumah Raya dan semuanya turun dari mobil, semua masuk rumah dan benar berbagai makanan sudah tersedia,

"Wah... Tante banyak banget makanannya." senyum Siska mengembang melihat makanan di meja makan, kue- kue juga ada beberapa macam,

"Ayo silahkan makan sepuasnya!" kata mama Raya tersenyum.

"Pasti Tante... pasti abis." jawab Siska sambil ketawa.

Yuda duduk di meja makan, Raya mengambil piring dan meletakannya di depan Yuda,

"Makan Yud." Suara Raya pelan,

"Ambilin." Raya tersenyum, dan menyendokan makanan buat Yuda,

"ehem.... ehemmm.... kita yang udah tunangan kok tidak semesra gitu ya beb?" Sindir Siska.

Raya tersipu malu, tiba - tiba Natan berlari menghampiri Raya.

"Mam, ada Om Boss di depan." Raya terdiam sejenak lalu beranjak kedepan.

"Bentar ya Yud?." Yuda cemberut merasa terusik, dan perasaannya tidak enak.

Yuda menatap Siska, Siska tau arti tatapan Yuda,

"Bos di kantor kita, ganteng loh Yud... hati- hati." Jawab Siska

Raya menemui Alan dan Andri dan mempersilahkan masuk,

"Selamat dan sukses untuk kedepannya Ray." Alan mengucapkan selamat, begitupun andri menjabat tangan Raya,

Alan membawa bunga mawar putih dan parsel buah, Raya sedikit tertegun melihat mawar putih dari Alan,

"Ini indah dan bunga kesukaan saya... terimakasih." Alan mengangguk.

"Sekalian ajak makan Ray!" Kata Mama Raya.

"Baik, Mam."

"Mari Pak silahkan !" Raya menuju ruang makan dan diikuti Andri dan Alan.

"Lan Anak itu mukanya mirip kamu..." Bisik Andrin ke telinga Alan, membuat Alan tersentak, dan menatap Natan yang memang kalo sekilas terlihat seperti dia waktu kecil,

Raya duduk di samping Yuda dan dengan cepat kursi sebelah Raya di perebutkan Andri sama Alan, kali ini Alan yang beruntung membuat Andri sedikit cemberut.

Siska dan Dafa saling pandang dan tersenyum melihat mereka

"Beb, Apa yang akan terjadi jika 3 Orang cowok yang suka sama 1 cewek di satukan seperti ini?." Bisik siska ke telinga Dafa.

"Akan sedikit ribut, perang dingin juga bisa." jawabnya pendek.

"Silahkan di makan." suara lembut Raya membuat suasana tidak terlalu kaku, Alan sama Andri mulai menyendok nasi dan lauknya, terlihat tatapan Yuda sedikit terganggu dengan hadirnya 2 Orang tamu tidak di undang ini, Raya makan dengan diam tapi bibirnya terlihat agak belepotan kena saus Yuda dan Alan melihatnya serempak keduanya ambil tisu dan mengelap bibir Raya, Siska yang lagi nelen nasi sampe keselek ngeliat tingkah Alan sama Yuda.

"Bibirmu kotor." Yuda dan Alan serempak, Raya yang melihat tingkah keduanya langsung mengambil tisu dari tangan Yuda dan Alan dan mengelap sudut bibir Raya sendiri.

pipi Raya merona, memerah menahan malu karena diliatin sama siska dan Dafa, sedang Andri cemberut.

setelah selesai makan, semua pindah keruang tamu dan Alan melihat Natan sedang asik main, melihat Alan berjalan melewatinya

"Om bos." Natan tersenyum, langkah Alan terhenti dan duduk bersama Natan terus larut bersama Natan, anehnya Natan begitu senang dan kadang memeluk Alan.

"Baru kali ini aku liat Si Bos ketawa." Kata Siska, semua setuju dengan pernyataan Siska.

Yuda menatap Raya

"Setelah ini apa yang akan kamu lakukan?"

Raya menunduk

"Tidak ada, tapi setidaknya bebanku berkurang, tinggal menyekolahkan Natan."

Yuda memegang tangan Raya membuat semua mata terbelalak

"Aku akan mendukungmu, mendukung semua yang kamu inginkan dan cita- citakan hingga aku yakin kamu telah bahagia."

Semua orang terdiam termasuk Raya, Raya tersentuh oleh kata- kata Yuda selama ini hanya Yuda yang selalu mendukungnya selain sahabatnya, tanpa menekan Raya walaupun sebenernya Raya tau Yuda ingin menjadikan Raya wanitanya.

"Terimakasih untuk semuanya."

Alan berdiri di depan Raya sambil menggendong Natan yang sudah tidur, tidak ada satu katapun keluar dari mulutnya hanya tatapan tajam dan tidak senang, lalu melangkah kekamar Natan menidurkannya,

Raya menatap Alan dan mengikuti Alan kekamar membantunya menidurkan Natan, pelukan Natan terlalu erat Raya membantunya melepaskan tangan Natan, tapi Natan malah merengek

"Om Boss... jangan pergi! bobo sama Natan aja ya!" Raya menatap Alan merasa tidak enak, Alan tersenyum,

"Tidak apa - apa, aku tidur sama Natan?" Raya mengangguk.

Raya keluar dari kamar sendiri

"Bos mana Rai?" tanya Siska, Raya menggaruk kepalanya yang tidak gatal,

"Di kamar, Natan enggak mau di tinggal." Semua orang heran.

"Jarang- jarang Natan deket sama orang, Si Bos orangnya cuek lagi kok bisa deket sama Natan?".

"Kebetulan aja kali ." kata Dafa.

"Kita pulang Rai...". Siska dan Dafa berdiri pamit

"Enggak nginep Sis?."

"Lain kali aja." Raya mengangguk, tinggal Andri sama Yuda yang masih tinggal,

"Kalian tidur di kamar tamu, tuh kamarnya." Raya nunjuk kamarnya yang sebelah kamar Natan. Alan dan Yuda mengangguk.

Raya beranjak kekamarnya....

Raya membaringkan tubuhnya, tapi matanya sulit di pejamkan akhirnya Raya ke taman belakang dan duduk di gazebo deket kolam ikan, suara gemericik air membuat Raya sedikit tenang, Raya menyandarkan tubuhnya ketiang gazebo, suara langkah terdengar Raya mengarahkan pandangannya ke arah suara, terlihat Yuda berjalan mendekat,

"Belum tidur Ray?" Raya menggeleng,

"Aku tidak bisa tidur, kamu sendiri?" Yuda duduk di samping Raya dan memandangnya dalam.

"Aku juga sulit tidur." kepala Yuda tertunduk melihat kolam ikan mukanya tampannya terkena lampu taman dan kilapan air kolam membuat Raya tidak melewatkan menatapnya.

"Apa masih ada kesempatan buatku...?" Suara Yuda sedikit bergumam.

"Apa tidak ada ragu di hatimu? aku udah punya anak tapi bukan janda juga." Raya menarik nafas berat, Raya tidak mau Natan menjadi beban Yuda kedepannya.

"kamu tau semenjak aku kenal kamu, tau kamu hamil dan sampai sekarang, rasa itu masih sama Ray... terus kamu masih nanya aku ragu?".

"Aku takut kamu cuma sayang sama aku aja, tapi tidak pada Natan." Yuda mengangkat kepalanya dan menatap Raya.

"Aku akan sayang sama semuanya termasuk mama kamu... dan jika suatu saat Ayah Natan datang aku akan menunggu keputusan kamu selanjutnya ...". Yuda begitu berbesar hati, membuat Raya semakin tidak mampu untuk tetap menghindar darinya.

"Keluarga kamu gimana?" Raya meminta penjelasan Yuda.

"Papa aku selalu mendukungku, apa lagi buat kebahagiaan aku... Jadi, sekarang keputusannya ada di tangan kamu."

"Aku akan mencoba..." Yuda menatap Raya kaget mengerutkan keningnya.

"Kenapa???" Raya menatap heran Yuda,

"Ray...?." Yuda malah bengong, tidak percaya.

"Kamu tidak suka?" pipi Raya merona karna Yuda menatapnya hampir tidak berkedip.

"Aku... bahagia." Yuda tersenyum dan meraih tangan Raya. "Makasih. " Raya mengangguk.

"Udah malem kamu tidur! aku juga mau tidur." Raya berdiri berjalan diikuti Yuda dari belakang.

Raya masuk ke kamarnya dengan senyum bahagia, Yuda juga masuk kekamar, melihat Andri tidur telentang menghabiskan tempat dan ngorok kencang, membuat Yuda tidak bisa tidur walau sebentar, Yuda menggeleng- gelengkan kepalanya, mengambil bantal dan tidur di sofa depan TV.

Unduh sekarang dan klaim hadiahnya
Scan kode QR dan unduh aplikasi Hinovel