
Ringkasan
Setelah mengetahui bahwa suaminya, Archer Calloway, telah menghamili pengasuh mereka sekaligus diam-diam menyabotase program bayi tabungnya, pernikahan Vivienne yang tampak sempurna runtuh dalam sekejap. Bertekad mengungkap kebenaran, Vivienne menemukan sebuah persekongkolan terencana yang melibatkan Archer, ibunya yang berkuasa, serta klinik kesuburan milik keluarga mereka. Ketika skandal tersebut berkembang menjadi kasus pidana, Vivienne berjuang mendapatkan keadilan sambil merebut kembali karier, kepercayaan diri, dan masa depan yang telah direnggut darinya. Pada akhirnya, dia menyadari bahwa kemenangan terbesarnya bukanlah balas dendam, melainkan berhasil membangun kehidupan dan keluarga yang akhirnya sepenuhnya menjadi miliknya.
Bab 1
Aku memergoki suamiku berdansa pelan dengan pengasuh kami di kamar bayi pada pukul dua dini hari—kamar yang sama yang kurancang untuk bayi yang sudah tiga tahun kami nantikan.
Tangannya melingkar di pinggang wanita itu. Kepala wanita itu bersandar di bahunya. Dan lagu pengantar tidur yang mengalun dari pengeras suara adalah lagu yang dia ciptakan untukku pada hari pernikahan kami.
"Dia mengandung anakku, Vivienne," kata suamiku, Archer Calloway, dengan tenang saat menyadari aku berdiri di ambang pintu. "Aku ingin kamu bersikap dewasa menghadapi ini."
Kakiku seketika lemas. Aku mencengkeram kusen pintu agar tidak jatuh.
Pengasuh itu—Solène Marsh—melangkah ke belakang Archer, lalu meletakkan satu tangan di perutnya seolah hendak melindunginya. Perut yang sudah tampak membuncit. Mungkin usia kandungannya lima atau enam bulan.
Aku sendiri yang mempekerjakannya. Delapan bulan lalu, aku memilihnya secara langsung dari sebuah agensi karena referensinya sangat bagus dan senyumnya terlihat hangat. Aku menerimanya masuk ke rumahku untuk membantu mengurus rumah tangga sementara aku menjalani program bayi tabung untuk keempat kalinya.
Empat kali. Tubuhku dihantam berbagai hormon, suntikan, dan prosedur yang menyiksa. Setiap kali berakhir dengan kegagalan—dan setiap kegagalan menghancurkan sebagian diriku.
Dan ketika aku berada di klinik, menerima suntikan obat kesuburan yang membuatku muntah, mengalami pembengkakan, dan menangis berhari-hari, suamiku justru berada di rumah kami, menghamili pengasuh kami dengan cara alami.
"Sudah berapa lama?" bisikku.
"Viv, jangan begini—"
"SUDAH BERAPA LAMA?"
Archer mengembuskan napas seolah akulah yang bersikap tidak masuk akal. "Enam bulan. Tapi kami tidak merencanakannya. Semua terjadi begitu saja."
Enam bulan. Dia sudah hamil enam bulan. Itu berarti hubungan mereka dimulai dua bulan setelah aku mempekerjakannya—sekitar waktu program bayi tabungku yang ketiga gagal. Kegagalan yang membuatku mengalami pendarahan dan harus dirawat di rumah sakit selama dua malam.
Aku teringat saat menelepon Archer dari ruang pemulihan. Dia bilang sedang "tertahan di kantor." Saat itu, aku mendengar alunan musik lembut di latar belakang. Dia bilang seorang rekan kerjanya sedang berulang tahun.
Ternyata Solène. Selama ini memang selalu dia.
"Kamu bilang tidak mau mengadopsi anak," kataku dengan suara bergetar. "Kamu bilang ingin anak kandung. Anak kandung KITA. Kamu membuatku menjalani program bayi tabung sampai empat kali—"
"Dan semuanya gagal!" bentak Archer. "Aku ingin menjadi seorang ayah, Vivienne. Sejak dulu aku selalu ingin menjadi seorang ayah. Kamu tidak mampu memberiku itu."
Kata-katanya menghantamku seperti pukulan telak.
Akhirnya Solène angkat bicara. Suaranya lembut, bahkan terdengar manis. "Maafkan aku, Nyonya Calloway. Aku tidak pernah bermaksud membuat semua ini terjadi. Tapi kurasa... mungkin semua ini terjadi karena suatu alasan."
Aku menatapnya—wanita yang kini berdiri di kamar bayi yang kucat sendiri dengan kedua tanganku, mengenakan jubah kasmir yang kubeli untuk diriku sendiri, sambil mengandung anak suamiku.
"Keluar dari rumahku," kataku.
"Dia tidak akan pergi ke mana-mana," jawab Archer tegas. "Dia mengandung pewarisku. Sekarang ini juga rumahnya."
Rumahnya. Rumahku kini menjadi rumahnya juga.
"Kalau begitu, aku yang pergi," kataku.
Aku berbalik dan berjalan menuju kamar tidur kami. Tanganku gemetar begitu hebat sampai aku kesulitan membuka lemari. Aku mengambil sebuah tas dan mulai memasukkan pakaian—apa pun yang bisa kuraih.
Archer mengikutiku. "Vivienne, berhentilah bersikap berlebihan. Kita bisa menyelesaikan ini seperti orang dewasa. Aku tidak meminta cerai. Aku masih peduli padamu."
Aku terdiam membeku. "Kamu peduli padaku?"
"Tentu saja. Kamu istriku."
"Lalu dia apa? Selirmu?"
"Dia ibu dari anakku!" bentaknya. Kemudian suaranya kembali melunak, seperti yang selalu dia lakukan ketika ingin mengendalikanku. "Dengar. Aku tahu ini berat. Tapi Solène tidak punya tempat lain untuk pergi. Keluarganya memutuskan hubungan dengannya setelah mengetahui kehamilannya. Aku tidak mungkin menelantarkannya begitu saja."
Dia menatapku dengan mata kuning kecokelatan itu—mata yang sama yang membuatku jatuh cinta kepadanya saat berusia dua puluh dua tahun. Mata yang sama yang menatapku di depan altar dan berjanji akan meninggalkan semua yang lain demi diriku.
"Aku ingin kamu menerima semua ini, Viv. Demi kebaikan kita semua."
Aku menutup ritsleting tasku, lalu menatap lurus ke matanya.
"Aku ingin bercerai."
