Pustaka
Bahasa Indonesia
Bab
Pengaturan

Bab 4

Fu Nansheng dan Xie Liuzheng bergerak bersamaan, menariknya kembali.

"Jangan tarik aku, biarkan aku mati saja!"

"Jenderal Mu adalah cinta sejati Kaisar, aku hanyalah pengganti yang digunakan Kaisar untuk sekadar menghibur diri!"

Dia menangis tersedu-sedu, seolah hatinya tercabik.

Tatapan kecaman Fu Nansheng dan Xie Liuzheng serempak tertuju padaku.

Seakan-akan akulah yang memaksa Lin Yuan mencari kematian.

Dalam hatiku aku merasa ini sungguh menggelikan, namun di wajahku aku justru menatap Lin Yuan lurus-lurus, lalu bertanya, "Pengganti?"

"Kamu pantas?"

Wajahnya yang semula tampak lemah dan menyedihkan, seketika dilapisi ekspresi garang.

"Cukup, Mu Tiange, jangan keterlaluan!"

"Selir Chen adalah milik Kaisar. Menghina dirinya sama saja menempatkan Kaisar di posisi yang tidak terhormat!"

Aku melangkah ke arah Fu Nansheng, mengangkat tangan, lalu menamparnya dengan keras.

Tubuhnya terhuyung, nyaris terjatuh ke tanah.

"Tadi kamu telah menyinggungku. Karena ini pelanggaran pertama, aku masih berbelas kasihan dan memaafkanmu."

"Tapi kesalahan tidak boleh terulang dua kali."

"Kamu tampar dirimu sendiri. Selama aku belum menyuruh berhenti, tidak boleh berhenti!"

Fu Nansheng terperangah, lalu berteriak dengan marah, "Kamu berani memukulku?"

"Mengapa tidak berani? Dahulu aku adalah panglima tertinggi tiga angkatan, kamu hanyalah penasihat."

"Sekarang aku adalah Ratu, kamu hanyalah seorang menteri."

"Kenali kedudukanmu!"

Bibirnya bergetar, wajahnya membiru.

"Kenapa masih terpaku di sana? Perlu aku menyuruh orang melakukannya untukmu?"

Aku mendesaknya dengan dingin.

Xie Liuzheng segera maju untuk menengahi, "Tiange, jangan emosi. Nansheng telah mengakui Yuan'er sebagai adik angkat, dia hanya terlalu melindungi adiknya."

"Nansheng, cepat minta maaf kepada Ratu!"

Wajah Fu Nansheng semakin buruk, namun dia tetap menahan penghinaan dan membungkuk memberi hormat kepadaku, "Hamba telah lancang, mohon Ratu berkenan mengampuni!"

Aku mencibir, lalu menatap Lin Yuan, "Selir Chen, bukan?"

"Dulu saat aku tidak berada di istana, kudengar kamulah yang mengurus urusan enam istana."

"Mengapa tata krama dasar saja tidak kamu pelajari?"

"Petir dan hujan adalah anugerah kaisar."

"Selir yang mencoba bunuh diri adalah dosa besar, termasuk penghinaan terhadap titah kekaisaran, dan akan menyeret keluarga ke dalam hukuman."

"Kudengar orang tua dan saudara-saudaramu masih hidup. Demi mereka, sebaiknya kamu menjaga dirimu dengan baik."

Aku menariknya bangkit dari tanah, dengan sengaja menambah kekuatan di tanganku.

Dia telah membunuh orang-orang terpenting dalam hidupku.

Utang darah ini, akan kutagih berlipat ganda darinya.

Dia tampaknya memahami ancamanku, wajahnya langsung pucat pasi.

Xie Liuzheng tidak mengerti maksud tersembunyinya, justru merasa aku tidak mempersulit Lin Yuan, dan dengan lega mengangguk ke arahku.

Aku lalu menoleh kembali pada Fu Nansheng, "Perdana Menteri Fu, kamu menyinggungku, dan aku masih bisa mengampunimu."

"Tapi tanganmu terulur ke dalam harem kaisar, itu sudah melampaui batas seorang menteri."

"Hukuman ini kuberikan agar kamu mengingatnya baik-baik."

"Kaisar, benar atau tidak?"

Xie Liuzheng melirik Fu Nansheng, wajahnya ikut menggelap.

Tubuh Fu Nansheng goyah dua kali, lalu dia buru-buru berlutut, "Hamba hanya terlalu khawatir pada Selir Chen, sama sekali tidak bermaksud lancang."

Xie Liuzheng berkata dengan suara berat, "Perkataan Ratu ada benarnya."

"Hukuman apa pun, laksanakan saja sesuai perkataannya."

Wajah Fu Nansheng semakin muram.

Lin Yuan tampak menyedihkan, ingin membujuk namun tak berani.

Lagi pula, dia hanya ingin menggantung Kakak Fu, bukan benar-benar membuat Xie Liuzheng murka demi Kakak Fu.

Aku tersenyum tipis, "Kalau begitu, hukumannya adalah Perdana Menteri Fu berlutut di sini sampai sidang pagi besok."

"Tidak berlebihan, bukan?"

Fu Nansheng selalu tinggi hati dan bangga diri.

Kini, sebagai kepala para pejabat, hukuman ini jauh lebih menyakitkan baginya daripada sekadar ditampar.

Unduh sekarang dan klaim hadiahnya
Scan kode QR dan unduh aplikasi Hinovel