Pustaka
Bahasa Indonesia

God of War

2.0M · Ongoing
Leorais
2280
Bab
1.0M
View
9.0
Rating

Ringkasan

Lima tahun lalu, Yang Chen demi membuat dirinya sepadan dengan Qin Xi, ia pun pergi tanpa mengucapkan selamat tinggal. Lima tahun kemudian, dia kembali dalam kemegahan dan keterampilannya yang luar biasa, tetapi ketika dia kembali, dia menemukan bahwa dia memiliki seorang putri.

MetropolitanIstriAnak Kecil

Bab 1 Mengantarkan Dewa Perang

Bab 1 Mengantarkan Dewa Perang

Langit di saat senja semakin gelap.

Tempat yang sangat dingin di Wilayah Utara.

Sebuah mobil jeep berwarna hijau militer sedang berjalan di sepanjang jalan bersalju, meniup badai salju, seorang pemuda di kursi belakang mengusap matanya yang merah.

Di belakang mobil jeep, ada kerumunan orang berkulit hitam, berseragam hijau militer, sekilas, terlihat tak berujung.

Pada saat ini, kelima jari mereka saling membentang, jari tengah mereka sedikit mendekati bagian pelipis, mengangkat alis keatas, mata mereka menatap ke arah mobil jeep yang menjauh.

"Mengantarkan Dewa Perang!"

"Mengantarkan Dewa Perang!"

...

Tiba-tiba, semua orang berteriak dengan serempak, seperti gelombang demi gelombang yang akan mengguncang dunia.

Pria yang mengemudi, bernama Ma Chao, memandang pemuda di kaca spion dengan mata yang memerah, dan dengan enggan mengatakan: "Pelindung, apa anda benar-benar ingin pergi?"

Nama asli pemuda itu adalah Yang Chen, dia telah memberikan kontribusi besar dan pencapaian luar biasa di militer hanya dalam waktu lima tahun.

Pada usia 27 tahun, dia telah menjadi pelindung dalam bagian militer termuda dalam sejarah, menjaga kota Jiu Zhou di Wilayah Utara.

Setelah menjadi pelindung, dia telah memenangkan banyak pertempuran dan diberi gelar Dewa Perang yang tak terkalahkan!

"Wilayah Utara hari ini telah berubah menjadi kota yang tak terkalahkan, siapa lagi yang akan berani melawan?"

Setelah Yang Chen selesai bicara, dia mengambil foto dengan latar belakang merah dan memakai pakaian putih, yang ternyata adalah foto surat nikah.

Dalam foto itu ada dia dan seorang wanita dengan wajah yang sangat cantik, wanita itu terlihat berusia 20 tahun, dengan rambut panjang diikat di belakang kepalanya, matanya yang indah, hidungnya yang mancung, bibirnya yang seksi, sekilas lebih cantik daripada artis.

Namun, didalam foto itu dia tidak senang.

"Qin Xi, kamu baik-baik saja kan?"

Yang Chen menatap wanita cantik itu di foto dan bergumam.

Melihat satu-satunya foto mereka, senyum bahagia muncul di sudut mulutnya, dan pikirannya sudah terbang kembali seperti semula.

Lima tahun lalu, Qin Xi yang sedang menjalani tahun terakhir di perkuliahannya, mendirikan Grup Sanhe dan menjadi presiden kecantikan terkenal di Jiang Zhou.

Pada saat perkembangan Grup Sanhe yang paling penting, dia dijebak, dibius, dan punya hubungan dengan petugas keamanan Grup Sanhe.

Dan petugas keamanan yang "beruntung" ini adalah Yang Chen.

"Wanita cantik nomot 1 di Jiang Zhou, bercinta dengan petugas keamanan perusahaan!"

Sebelum Yang Chen dan Qin Xi meninggalkan hotel, berita utama Jiang Zhou ini telah menduduki posisi puncak, dan banyak media yang mencetak ulang.

Untuk sementara, orang kaya dan orang biasa di Jiang Zhou semua tahu wanita cantik nomor 1 di Jiang Zhou berhubungan dengan petugas keamanan perusahaan.

Dalam semalam, sebagian besar nilai saham Grup Sanhe turun.

Untuk meminimalkan dampaknya, keluarga Qin mencari Yang Chen dan menikahkan mereka.

Berita pernikahan mereka menyebar dengan cepat, menyebabkan sensasi di seluruh Jiang Zhou, dan keluarga Qin menjadi bahan tertawaan.

Hanya sesaat setelah pernikahan, Yang Chen pergi dengan tenang, agar suatu hari dia layak untuk Qin Xi.

Selama lima tahun terakhir, sosok cantik itu selalu muncul di benaknya, yang menjadi pendorong baginya untuk melangkah ke puncak kejayaan.

Namun, setiap kali dia memikirkan wanita ini, hati Yang Chen penuh dengan rasa bersalah.

...

Tiga hari kemudian, di Bandara Internasional Jiang Zhou, sebuah pesawat penumpang Boeing 747 perlahan mendarat.

"Akhirnya pulang!"

Yang Chen turun dan melangkah ke tanah kota Jiang Zhou, dengan senyum yang telah lama hilang di mulutnya.

"Wow! Ibu, kamu dimana?"

Begitu Yang Chen keluar dari bandara, dia mendengar seorang gadis kecil menangis, entah kenapa, jantungnya tiba-tiba menegang.

"Pelindung……"

Begitu Ma Chao hendak berbicara lalu disela oleh Yang Chen: "Sejak aku meninggalkan Wilayah Utara, aku bukan lagi pelindung, nama ini tidak diizinkan untuk muncul lagi!"

Melihat Yang Chen dengan wajah serius, Ma Chao gemetaran, dan dengan ragu-ragu teriak, "Kakak Yang Chen?"

Setelah melihat Yang Chen tidak menanggapi, dia tersenyum dan mengatakan, "Kakak Yang Chen, gadis kecil itu mirip denganmu, apa kalian bersaudara?"

Yang Chen tanpa sadar melihat gadis kecil itu, tetapi setelah melihat, dia tidak bisa lagi menjauh, dan rasa keakraban yang kuat melanda.

Apalagi saat gadis kecil itu menangis, hatinya terasa sakit.

Seolah sedang merasakan sesuatu, gadis kecil itu tiba-tiba berhenti menangis dan menatap Yang Chen dengan mata berkaca-kaca.

Kedua mata mereka saling berhadapan, yang memungkinkan Yang Chen untuk melihat wajah gadis kecil itu dengan lebih jelas, tetapi rasa kedekatan itu bahkan lebih besar.

Wajahnya yang indah, kulitnya yang sehalus giok, matanya yang indah bersinar, bulu matanya sangat panjang tertutup oleh air mata.

Gadis kecil itu baru berusia empat tahun, meski usianya masih kecil, dia sudah menjadi wanita yang cantik, saat dia besar nanti, dia sudah pasti seorang gadis cantik yang akan membuat semua pria tergoda.

"Ayah!"

Gadis kecil itu tiba-tiba teriak.

Sebelum Yang Chen sempat bereaksi, gadis kecil itu berlari dengan gembira dan memeluk kakinya.

Bam…!

Pada saat ini, Yang Chen merasakan dengungan di benaknya.

Ma Chao yang berada di samping, juga tercengang, mulutnya bergerak-gerak: "Ini bukan putri Kakak Yang Chen kan?"

Setelah beberapa saat, Yang Chen sadar, berjongkok dan menatap gadis kecil yang menatapnya dengan matanya yang besar, dan mengatakan selembut mungkin: "Gadis kecil, kamu salah orang, aku bukan ayahmu! "

"Hiks hiks!"

Tanpa diduga, tepat setelah Yang Chen selesai berbicara, gadis kecil itu menangis lagi, lalu mengatakan, "Ayah tidak menginginkanku lagi! Ayah tidak menginginkanku lagi!"

Para pejalan kaki melihat ke samping dan menunjuk ke Yang Chen.

Melihat gadis kecil itu menangis lagi, Yang Chen merasa hatinya hancur dan sempat bingung untuk beberapa saat.

Dia sebagai Pelindung Wilayah Utara telah membuat banyak orang ketakutan, tapi sekarang dia tidak bisa berbuat apa-apa di depan seorang anak berumur empat atau lima tahun, jika kejadian ini menyebar, pasti banyak orang akan terkejut.

"Gadis kecil, aku benar-benar bukan ayahmu!"

"Hiks hiks ... Ayah tidak menginginkanku lagi ..."

Setiap kali Yang Chen bicara, gadis kecil itu akan menangis lebih keras.

Lima menit kemudian.

Yang Chen yang sudah berkeringat akhirnya berkompromi dan dengan lembut menggendong gadis kecil itu.

Gadis kecil itu menatap Yang Chen dengan air mata yang terus menetes, dari awal sampai akhir, tangan kecil itu menempel di pakaian Yang Chen karena takut Yang Chen akan meninggalkan dirinya.

"Kakak Yang Chen, karena gadis kecil ini sangat menyukaimu, lebih baik kamu menjadi ayahnya saja."

Ma Chao mengatakan sambil tersenyum, dan segera menutup mulutnya saat melihat mata Yang Chen yang setajam pisau.

Dalam keputusasaan, Yang Chen membawa gadis kecil itu ke kantor keamanan bandara.

Gadis kecil itu menangis lagi, tetapi Yang Chen akhirnya pergi dengan Ma Chao.

Ketika keduanya baru saja pergi, seorang wanita berambut panjang dengan pakaian formal hitam ketat beru-buru ke kantor keamanan bandara.

"Xiaoxiao!"

Ketika dia melihat gadis kecil yang menangis itu, dia langsung menangis dan bergegas mendekat, memeluk gadis kecil itu dengan erat dan tidak pernah ingin melepaskannya.

Baginya, gadis kecil adalah hidupnya.

Lima tahun yang lalu, tidak lama setelah menikah, dia mengetahui bahwa dia hamil, tetapi pria itu tiba-tiba menghilang sampai ibunya memberi tahu dia bahwa pria itu meminta setengah juta yuan kepada ayahnya dan pergi.

Pada saat itu dia hampir ingin bunuh diri, tetapi setiap kali dia memikirkan bayi di perutnya, dia akhirnya bertahan.

Dalam lima tahun terakhir, dia mengalami penghinaan, bahkan selama kehamilannya bisnis yang dia dirikan diambil alih oleh keluarga, semua itu karena pria itu.

Dia membenci pria itu, pria yang pergi tanpa pamit dan menghilang selama lima tahun.

"Ibu, Xiaoxiao sudah bertemu Ayah!"

Gadis kecil dengan mata besar yang bersinar itu mengatakan, lalu mulutnya cemberut dan ingin menangis lagi: "Tapi, Ayah tidak menginginkanku lagi!"

Mendengar perkataan gadis kecil itu, wanita berambut panjang itu gemetaran, seolah disambar petir, tatapan matanya langsung tertegun.