
Dijebak Dan Tertangkap Basah Selingkuh Dengan Sahabat Istriku, Aku Ingin Membalas Dendam
Ringkasan
Aku ketahuan selingkuh dengan sahabat istri sendiri. Karena merasa bersalah, aku menyetujui permintaan perceraian istriku, bahkan keluar dari rumah tanpa membawa harta benda. Yang tidak aku duga adalah, semua ini ternyata rencana istriku karena ingin menguasai hartaku. Setelah tahu kebenarannya, aku menyusun rencana balas dendam.
Bab 1
"Bangun!"
Aku langsung beranjak dari kasur setelah mendengar teriakan penuh kemarahan.
Begitu membuka mata, aku langsung melihat wajah istriku.
"Apa yang terjadi?"
Aku menekan kepalaku yang terasa mau pecah, menatap istriku dengan pandangan kabur.
"Kamu tidak tahu?"
Dia melirikku dengan tidak percaya, lalu berkata sambil menunjuk sisi lain ranjang, "Kamu masih mau mengelak?"
Aku melihat ke arah yang dia tunjuk, melihat perempuan dalam keadaan telanjang.
Siapa dia? Kenapa bisa berbaring di sampingku?
Aku mencoba mengingat kejadian sebelum tidur, tetapi aku masih tetap tidak bisa memahaminya.
Perempuan yang terbaring di sampingku tiba-tiba melenguh, berbalik dan menghadapku.
Aku mengingat wajahnya dengan sangat baik dan merasa sangat familier. Dia adalah Sherin Atmaja, sahabat istriku.
Kenapa aku bisa bersama dengannya?
Aku langsung menanyakan apa yang menjadi keraguanku.
Sherin terlihat sangat terpukul, menangis dan mencoba menjelaskan, "Sepertinya kemarin malam aku mabuk. Aku tidak tahu dengan jelas apa yang terjadi, tiba-tiba...aku tidak tahu apa pun!"
Tubuhnya gemetar karena panik. Dia menatap istriku sambil berkata, "Kinan, kamu tahu kalau aku tidak suka dengan suamimu. Mana mungkin aku bersamanya. Aku...."
"Cukup, hentikan!" Istriku sangat marah sampai matanya merah, tidak ingin mendengarkan penjelasan apa pun dari Sherin.
"Selama ini, aku sudah menganggapmu sebagai sahabatku. Kamu tidur sama suamiku, tapi masih mengelak. Aku benar-benar salah menilaimu selama ini."
Sherin gemetar dan menatap istriku dengan tidak berdaya.
Dia cukup panik dan ingin menjelaskan, tetapi dia hanya mengatakan, "Percayalah, ini tidak seperti yang kamu lihat...."
Kesadaranku perlahan mulai kembali.
Harus diketahui bahwa aku tidak akan mengingat apa pun setelah mabuk. Jangankan tindakan yang melampaui batas, bahkan berjalan pun bisa menjadi masalah.
Kemarin, aku sangat mabuk hingga kehilangan kewarasanku. Mana mungkin aku bisa melakukan sesuatu dengan Sherin?
Memikirkan hal ini, aku langsung menghampiri istriku dan menariknya. "Sayang, aku memang gampang mabuk. Minum sedikit saja langsung tidak sadarkan diri. Meskipun aku tidak bisa menjelaskan situasinya sekarang, kamu bisa percaya kepadaku. Aku tidak akan melakukan apa pun saat sedang mabuk!"
Mendengar penjelasanku, istriku, Kinan Sandrina, menunjukkan wajah sinis dan menatapku dari atas ke bawah.
"Kenapa? Apa menurutmu Sherin memang tidak pakai baju sejak awal?"
Aku sangat cemas, sampai keringat bercucuran di dahiku.
"Aku benar-benar tidak melakukan apa-apa dengannya, aku bersumpah padamu, sayang!"
"Aku sangat mencintaimu, mana mungkin aku selingkuh?"
Sepertinya kata-kata yang aku ucapkan dan sikap yang aku tunjukkan akhirnya membuat istriku terbujuk, ekspresinya menjadi sedikit melunak.
"Ah!"
Tiba-tiba seruan terdengar dari ranjang sebelahku, yang langsung menarik perhatianku dan istriku.
Saat ini terlihat bahwa bagian tubuh Sherin yang awalnya masih tertutup selimut, saat ini tiba-tiba terpampang dan menunjukkan banyak bercak merah di kulitnya.
Penjelasan apa pun menjadi kata-kata kosong.
Aku melihat bercak merah di tubuhnya dengan kaget, seolah-olah sebuah bom yang dapat meledak kapan saja telah dimasukkan ke dalam otakku.
Wajah Kinan menunjukkan kemarahan dan rasa kesal karena sudah berhasil termakan omonganku. Lalu, dia berkata dengan kejam, "
"Kamu baru saja bilang tidak bisa melakukan apa pun ketika mabuk?"
"Bahkan sekarang kamu ingin berbohong padaku? Benar-benar tidak bisa dipercaya. Ayo kita cerai saja."
