Pustaka
Bahasa Indonesia

Dendam Istri Yang Dikhianati

49.0K · Ongoing
Stephanie12
48
Bab
1.0K
View
9.0
Rating

Ringkasan

Amora sangat shock, pada saat ia mengetahui dengan mata kepalanya sendiri Aries berselingkuh dengan Arin, sang Adi tiri. Amora hampir saja tidak percaya dengan apa yang ia lihat di siang itu. Dimana suami yang ia anggap setia dan sangat perhatian sedang bergumul melakukan hubungan suami istri di kamar mereka. Amora lebih tidak percaya lagi, jika wanita yang menjadi selingkuhan Aries adalah Arin, adik tirinya. Amora sangat marah dan kecewa karena diam-diam Aries dan Arin menusuknya dari belakang. Semua yang ia berikan selama ini, semua kebaikannya justru di balas dengan sebuah pengkhianatan. Lebih parahnya lagi, Resti sang ibu tiri juga telah mengetahui hal tersebut. Justru Resti yang telah meminta Arin untuk menggoda Aries. Amora sangat marah dan dendam, ia pun menyusun rencana untuk membalaskan semua sakit hatinya pada Resti, Arin, dan juga Aries. Apakah yang akan dilakukan oleh Amora untuk membalas dendam pada mereka?

PengkhianatanRomansaPernikahanIstriPerselingkuhanBaper

Curiga

Seperti biasa, Amora sudah siap dengan seragam kerjanya. Ia bekerja di sebuah hotel berbintang lima dan menjabat sebagai seorang manajer dengan gaji yang cukup besar.

Amora tersenyum pada saat melihat Aries masih berselubung selimut walaupun matanya sudah terbuka dan asik memainkan ponselnya.

"Mas Aries, aku berangkat kerja dulu ya. Maaf lagi-lagi kamu harus sarapan sendiri. Semua sudah aku siapkan di meja makan."

Amora mengecup pipi suaminya dan tak lupa mencium punggung tangan suaminya.

Aries menghentikan aktivitasnya, ia meletakkan ponselnya," hati-hati ya sayang. Seharusnya kamu sarapan dulu, masa iya cuma memasak untukku saja. Lain kali nggak usah repot-repot memasak sayang, kita pesan makanan saja. Aku nggak tega melihatmu harus bangun lebih pagi hanya untuk memasak dan mengurus pekerjaan rumah tangga."

Sejak Bi Ijah pulang kampung, memang Amora semakin bertambah sibuk. Akan tetapi ia melakukan semua itu dengan senang hati. Ia tidak pernah mengeluh walaupun tubuh selalu lelah.

Dia justru semakin bersyukur karena di saat di rumah tidak ada asisten rumah tangga, Aries tidak sungkan untuk turun tangan membantu mengerjakan pekerjaan rumah tangga.

"Mas, aku kan nggak mengerjakan semuanya seorang diri. Tetapi kamu selalu membantuku bukan. Terima kasih ya sayang, selalu membantuku hingga aku tidak terlalu capek." Amora tersenyum memperlihatkan lesung pipinya.

Dia segera melangkah keluar kamar karena tidak ingin terlambat ke kantor. Banyak sekali yang harus ia kerjakan. Hampir setiap hari urusan pekerjaan di kantor begitu padat, bahkan hari ini ia melupakan sarapannya.

Aries tersenyum pada saat mendengar suara deru mobil yang perlahan menjauh," kamu pintar Amora, bahkan memiliki kedudukan tinggi di kantormu. Tetapi kamu juga bodoh sekali."

Selama ini Aries tidak mengerjakan tugas rumah tangga seperti yang dipikirkan oleh Amora. Tetapi ada seorang wanita yang melakukan itu semua. Wanita yang selama ini menjadi selingkuhannya, dan kerap kali datang ke rumah mewah Amora.

Tiga tahun usia pernikahan mereka, tetapi belum juga dikaruniai seorang anak. Hingga membuat Aries merasa bosan dan ia mulai bermain hati dengan seorang wanita tanpa sepengetahuan Amora.

Saat ini Amora sudah sampai di kantor, dan ia langsung berkutat dengan pekerjaannya. Hingga tidak terasa jam sudah menunjukkan pukul sebelas siang.

Selesai rapat, Amora lekas kembali ke ruang kerjanya. Agenda yang sangat padat membuat dirinya sedikit oleng. Ia jatuhkan tubuhnya ke atas kursi kerjanya. Ia memijat pelipisnya seraya memejamkan matanya, tiba-tiba terdengar bunyi keroncongan dari perutnya.

"Ya ampun, aku sampai lupa makan. Rasanya kok perih ini perut ya?" gumamnya meringis.

Amora meraih obat sakit maag, setelah itu ia meraih ponselnya dengan niat akan memesan makanan lewat go food. Tetapi belum juga ia memesan, pintu ruangannya di ketuk seseorang.

TOK TOK TOk

"Bu, ada pesanan dari gojek," seru seseorang dari balik pintu.

"Gojek, perasaan aku belum pesan apapun?" gumamnya seraya memicingkan alisnya.

"Masuk saja, Pak!"

pinta Amora.

Masuklah seorang security dengan menenteng bungkusan di tangannya.

"Bu, ini kata si tukang gojek kiriman dari Pak Aries."

security meletakkan bingkisannya di atas meja.

Wajah Amora berbinar," oh dari suami saya toh, Terima kasih ya pak sudah mengantarnya kemari."

"Iya Bu, ya sudah ya saya permisi."

Security pamit, ia pun lekas kembali ke posko.

Hati Amora berbinar, Aries dari dulu selalu perhatian dengannya. Sampai sekarang pun kebiasaan masih sama.

Senyum mengembang dari bibir tipis Amora seraya memperlihatkan lesung pipi. "Mas Aries, kamu memang selalu mengerti aku. Kamu memang suami yang terbaik." Amora bergumam dalam hati memuji Aries.

Amora mengurungkan niatnya untuk memesan makanan, tetapi ia kini menelpon suaminya untuk mengucapkan terima kasih.

Kring kring kring kring

Panggilan telepon tersambung ke nomor ponsel Aries.

?"Iya sayang, ada apa ya?"

Aries bertanya terlebih dahulu dari balik telepon.

?"Mas, terima kasih ya kamu sudah pesan makanan. Kamu perhatian banget sih."

Amora kembali lagi tersenyum sendiri dibalik telepon.

?"Nggak apa-apa sayang, aku yakin kamu pasti belum makan. Kalau dikasih tahu pasti cuma iya-iya jawabnya. Makanya aku inisiatif buat pesan dari sini."

?"Iya sih mas, Habis sampai kantor langsung meeting. Barusan habis meeting mau pesan go food, ehh sudah di kirimin dulu sama suami tercinta."

Kembali lagi Amora memuji Aries.

?"Ya sudah sekarang dimakan dulu gih, ingat loh kamu punya penyakit maag!"

?"Iya sayangku ini juga mau ..

"Masssss....ini bagaimana ya?"

Sejenak Amora menghentikan perkataan, ia menajamkan pendengarannya. Matanya menyipit pada saat mendengar suara perempuan di balik ponselnya.

?"Mas, kok ada suara perempuan?"

?" Ya ampun, sayang. Aku kan sudah ada di toko, jelas saja ada suara perempuan. Apa kamu lupa kalau toko pakaianku yang beli nggak cuma lelaki, bahkan banyak pelangganku yang perempuan." Aries berkilah dari balik telepon, seraya ia memberikan kode pada wanita selingkuhannya dengan menempelkan jari telunjuk dibibir.

?"Ohh, aku kira suara siapa? ya sudah kalau begitu aku makan dulu ya mas. Kamu hati-hati kerjanya. Sampai ketemu di rumah nanti ya."

Keduanya mematikan panggilan telepon, tetapi dalam hati Amora merasa tidak enak hati setelah mendengar suara perempuan.

"Ya Allah, kenapa aku jadi berburuk sangka dengan suamiku sendiri ya? memang apa yang dikatakan oleh Mas Aries benar juga sih. Usaha dia kan buka toko pakaian yang pastinya para pelanggannya itu kebanyakan ya perempuan. Astaghfirullahaladzim, kok jadi suudzon sama suami sendiri."

Amora menghela napas panjang, ia mencoba untuk menepis rasa curiganya pada Aries. Ia pun membuka bingkisan makanan tersebut dan segera memakannya.

Aries memiliki toko pakaian yang cukup besar, dengan enam pelayan, yakni tiga perempuan dan tiga lelaki. Ia bisa buka toko pakaian juga berkat Amora yang memberikan modal usaha padanya.

Segala kebutuhan besar di dalam rumah tangga semua yang membayar Amora. Dari angsuran mobil , angsuran bank , Amora yang menanganinya.

Sejenak Amora melirik jam tangannya," baru jam sebelas siang. Biasanya Mas Aries buka tokonya juga siangan sekitar jam setengah dua belas. Ini kok sudah buka saja ya?"

Memang toko pakaian milik Aries untuk grosiran, dan ia lebih suka buka toko menjelang siang hingga pukul lima sore baru tutup. Hanya hari Minggu saja, toko pakaiannya tutup. Jika tanggal merah atau selain Minggu, toko pakaiannya tetap buka.

Amora terus saja mencoba untuk tidak berburuk sangka pada Aries. Walaupun entah kenapa hatinya terus saja tidak tenang memikirkan Aries

"Astagfirullahaladzim, ya Allah. Kenapa kok hatiku terus saja memikirkan Mas Aries dan suara manja wanita yang tadi aku dengar di dalam panggilan telepon ya?"

"Ya Allah, tolong tepiskan rasa curiga ini. Karena aku yakin suamiku setia dan tidak bertingkah. Aku nggak ingin terus berburuk sangka seperti ini ya Allah."

Berkali-kali Amora berusaha untuk tidak curiga pada suaminya, tetap saja hatinya tidak tenang.

Tetapi ia terhenyak kaget pada saat pulang ke rumah untuk mengambil berkas kantor yang tertinggal. Dia tidak sengaja melintas di depan kamar utama dan mendengar suara lelaki dan wanita sedang asik melakukan hubungan suami istri.

Dengan tangan gemetar, Amora membuka perlahan pintu kamar tersebut, sejenak matanya membola melihat pemandangan syur dimana suaminya sedang asik menindih seorang wanita. Dan wanita itu tak asing lagi bagi Amora.