Pustaka
Bahasa Indonesia
Bab
Pengaturan

Babby Dan VIP

Kini Nick berjalan turun ke lantai 1, lebih tepatnya ke dance floor untuk bertemu tamu VIP yang dimaksud Hilde.

Seketika Nick menghentikan langkahnya saat hampir sampai di depan sofa, matanya menatap serius ke arah depan.

Nick melipat kedua tangannya di depan dada sambil menatap tajam ke depan dan detik berikutnya dia tersenyum tipis.

Nick melangkahkan kakinya untuk berjalan pelan dan perlahan menurunkan pandangannya untuk menatap ke arah bawah, objek yang tengah berbaring di atas sofa.

Jolie tersenyum menggoda dan perlahan dia terbangun dari posisinya untuk duduk di hadapan Nick.

"Aku sudah lama datang ke bar ini cuma untuk cari pemiliknya saja," ucapnya.

"Dan sekarang aku sudah ketemu sama pemiliknya," lanjutnya lagi sambil mengedipkan sebelah matanya.

"..."

"Aku dengar banyak perempuan yang habis dari sini, mereka bilang kalau pemilik bar ini tampan dan juga seksi," kata Jolie dan perlahan mengarahkan kedua bola matanya untuk memperhatikan Nick dari atas sampai bawah.

Jolie tersenyum tipis sambil menganggukkan kepalanya perlahan.

"Hmm... Dan aku percaya semuanya, sama apa yang mereka bilang, kalau pemiliknya itu benar-benar tampan dan juga seksi," puji Jolie sambil tersenyum menggoda.

Nick tersenyum miring mendengarkan pujian yang dilontarkan oleh Jolie untuk dirinya.

Jolie melipat kedua tangannya dan tidak lupa dia sedikit menurunkan leher bajunya, dia bermaksud untuk menggoda Nick dengan menggunakan payudaranya.

"Kamu tahu, kan, apa maksud aku pesan VIP room?" tanya Jolie.

"Aku pesan VIP cuma demi kamu," lanjutnya dan perlahan berdiri sambil merangkul Nick.

Nick melirik rangkulan Jolie, detik berikutnya dia tersenyum tipis.

Jolie mengusap lembut rahang tegas milik Nick.

"Aku bela-belain pesan VIP dan meninggalkan pekerjaan aku cuma demi kamu, demi bermain sama kamu. Nick..." ucapnya dengan nada suara yang menggoda.

Jolie menggerakkan tangan kanannya ke sana kemari untuk mengelus setiap inci wajah tampan yang dimiliki oleh Nick.

Nick yang mendapatkan perlakuan itu tersenyum menyeringai.

Jolie perlahan menjatuhkan pandangannya untuk menatap bibir tipis Nick.

"Bagaimana kalau kita bermain? Atau kita pemanasan terlebih dahulu di bagian pertama," tawar Jolie, tangannya bergerak untuk mengelus ujung bibir tipis milik Nick.

"Ciuman panas sepertinya lebih enak dan lebih bergairah sebagai pembuka," bisiknya dengan seksi.

Nick tidak bergerak di tempatnya dan hanya terus memperhatikan gelagat yang dimainkan oleh Jolie.

Jolie perlahan mendekatkan wajahnya pada wajah Nick, tetapi sialnya karena Nick langsung memundurkan wajahnya dengan cepat.

Jolie yang mendapatkan perlakuan itu langsung merengut kesal.

"Memangnya kamu berani bayar berapa, sampai kamu niat sekali untuk menyentuh bibir aku pakai bibir kamu?" Nick bertanya dengan santai sambil tersenyum tipis dan tidak lupa kedua tangannya melipat di depan dada.

"Aku berani bayar cash dan juga kepuasan. Aku bisa puaskan kamu dengan menggunakan mainan aku," ucap Jolie sambil tersenyum dengan lembut.

Nick yang mendengarkan itu langsung tertawa dengan deras, kedua alisnya langsung terangkat ke atas.

"Kamu beneran?"

"Hmm..." Jolie tersenyum tipis.

Nick langsung memasukkan kedua tangannya di dalam saku celananya.

"Sayangnya, aku tidak mau sama yang sudah kendor. Bagaimana dong?" tanya Nick, dia membuat ekspresi sedih.

Jolie yang mendengarkan penghinaan itu langsung mengepalkan kedua tangannya dengan kuat.

Nick tersenyum lebar saat dia melihat semburat kemarahan melalui kedua bola mata Jolie.

Perlahan Nick mendekati Jolie dan mengarahkan bibirnya tepat pada daun telinga kanan wanita itu.

"Aku tahu, kamu adalah bitches dari club Morega," bisiknya sambil tersenyum menyeringai.

Jolie membulatkan kedua bola matanya karena kaget. Kenapa Nick bisa tahu tentang identitasnya?!

Nick perlahan melangkahkan kakinya untuk berjalan mundur, senyuman kemenangannya tersungging dengan tenang.

"Selamat bersenang-senang," ucapnya dengan singkat, lalu kemudian melangkahkan kakinya untuk berjalan pergi dari sana.

Jolie menghentakkan kakinya dengan emosi di atas lantai.

"Sial..." gumam Jolie.

Seseorang tiba-tiba datang untuk menghampiri Jolie.

"Loh... Nick-nya mana?" tanya Hilde, dia memasang ekspresi kaget dan panik.

Jolie yang melihat drama yang dimainkan oleh Hilde, dengan cepat mengalihkan pandangannya untuk menatap tajam pria itu.

"Kamu jangan pernah sok peduli!" pekiknya dengan emosi.

Hilde tersenyum menyeringai sambil menganggukkan kepalanya karena ternyata drama yang dia mainkan itu sudah diketahui dengan cepat oleh Jolie.

"Nichje bar tidak sebodoh dengan apa yang kamu kira," ucap Hilde sambil menyunggingkan senyuman meremehkannya.

Jolie tidak bisa berkata apa-apa selain hanya menatap marah tepat pada kedua bola mata Hilde.

"Dan..." Hilde menggantung ucapannya dan perlahan dia memperhatikan Jolie mulai dari atas sampai bawah.

Dia menyunggingkan senyuman liciknya.

"Dengan cara kamu untuk menjatuhkan Nick biar Nichje bar hancur, kamu salah besar. Karena satu-satunya jalan untuk menghancurkannya adalah hati Nick," lanjut Hilde.

Jolie yang tadinya menatap marah ke arah Hilde langsung beralih untuk menatap keheranan ke arah pria itu.

"Selamat bersenang-senang," ucap Hilde dan tidak peduli dengan tatapan keheranan yang diberikan oleh Jolie.

"Sial!" teriak Jolie emosi.

Unduh sekarang dan klaim hadiahnya
Scan kode QR dan unduh aplikasi Hinovel