Bab 9 Pindah ke Apartemen
Bab 9 Pindah ke Apartemen
Gubrakkkk....
Aduhhh....
Dindaaaaaaa!
Basahkan baju saya !
"Ehhh maaff aku ga sengajaa."
ucap Dinda sambil mengeluarkan senyum smilknya,padahal dalam hati ia bersorak bahagia karena membuat si bos nya kesal
"Ckck sudahla,saya sudah tau akal otakmu itu!" ucap Revano yg kini tengah berjalan menuju kamar untuk mengganti bajunya yang basah
"BUAHAHAHAHA."
sorak kemenangan Dinda seraya tertawa keras dak tak menghiraukan keberadaan Revano yang sekarang sedang memperhatikannya dan menatapnya dengan tajam
"Udah puas ketawanya?" tanya Revano sambil menatap tajam kearah Dinda
"Maaf HAHAHA." setelah mengucapkan kata maaf,seakan mengejek Dinda pun melanjutkan tawaannya sedangkan Revano terus menatap tajam kearahnya
"Dasar gadis aneh." ucapnya setelah itu ia pun segera keluar kamar dan meninggalkan Dinda yang sedang berhenti menertawakannya dan mematung melihat Revano yang pergi tanpa mengajaknya terlebih dahulu
***
"Ma,Vano mau pindah keapart ya,nanti setiap libur Vano kesini kok." ucap Revano sambil merayu sang Mama agar diizinkan untuk tinggal sendirian diapartemen
"Kamuu itu kenapa sih,mau pindah-pindah!Mama tau ya akal licik kamu itu!"
"Awas aja ya kamu kalau sampai apa-apain Dinda!"
"Ih kok Mama bisa kepikiran kayak gitu ya?"
gumam Revano didalam hati seraya tersenyum tipis menatap kearah sang Mama
"Sayang,kalo semisal Revano macem-macem sama kamu.kamu bilang sama mama ya biar Mama hantam dia pake..."
"Pake apa ma?" tanya Revano
"Pake BESI PANAS!!!"
"NGERTI KAMU!" ucap sang Mama sambil menekankan kata besi panas tesebut
"Iyy... yaaa maa." ucap Revano sambil menatap tajam kearah Dinda
"Hahaha iyaa Ma,Dinda nungguin hari itu."
ucap Dinda sambil tertawa bahagia namun dibalik tawa itu ada orang yang sedang menatap tajam kearah Dinda yaitu Revano
"Ckck awas kamu ya,tunggu pembalasan saya diapart nanti!" dengus Revano didalam hati sambil melirik kearah Dinda yang sedang ketawa ketiwi dengan sang Mama
***
Sesampainya diapartemen Revano, Dinda langsung menuju dapur untuk melihat keadaan dapur yang sudah berapa lama ditinggalkan oleh pemiliknya...
"Ckck tidak ada isi sama sekali dan cukup dingin seperti tuan nya sendiri." ucap Dinda sambil menutup pintu lemari pendingin tersebut
"Hei! Kamu enak-enakan disini sementara aku daritadi beresin apart kamu yang berantakkan minta ampun,gak sadar diri ya!" ucap Dinda sambil melihat kearah revano lantaran laki-laki tersebut sedang selonjoran disofa dan asik menonton acara tv yang ia sukai
"Heii Dindaaa! Kamu lupa ya siapa yg boss disini?" ucap Revano sambil melirik kewajah dinda sedikit-sedikit agar Dinda tak marah dengan Revano
"Ckckck Kalau kamu lupa saya bisa mengembalikan ingatanmu seputar kehidupan saya!" ucap Revano sambil tersenyum tipis dengan tatapan seolah Dinda adalah tahanan wkwk
"Tak perlu, TERIMAKASIH!!!" jawab Dinda dengan tegas lalu ia memilih pergi dari tempat itu
"Hahaha aku tau pasti ia sedang mengumpatku didalam hatinya." gumam Revano yg melirik kearah Dinda lantaran Dinda sedang menyirami bunga didalam vas bunga sambil berbicara sendiri
***
Dinda Pov
"Ckck aku bahkan dianggapnya sebagai pembantu sekaligus sekretarisnya !"
"Bahkan aku gak pernah ngelakuin kerjaan ini dirumahhh, Huaaaa."
"Huftt....ttttt capek juga ya membersihkan apartemennya !"
"Kenapa sih dia gak sewa pembantu aja buat ngurus apartnya!!!" dengus Dinda lantaran ia sangat kesal dengan kelakuan Revano si bos gilanya itu
"Heh kamu daritadi ga capek apa ngomel gak jelas gitu." ucap Revano sambil melihat kearah Dinda yang sedang membersihkan kulkasnya
"Emang kenapa Ha? Ada masalah sama situ." dengus Dinda dengan mata yang sangat tajam menatap Revano
"Eeeeh udah berani ngelawan sekarang yaa." balas Revano dengan menatap tajam balik kearah Dinda
"...."
"Kenapa gak dijawab! Ga berani ya HAHAHA" ucap Revano sambil tertawa melihat Dinda yang tak berani mengubras pertanyaan Revano
"Kalo bukan bos udah habis kamu sama aku!"
gumam Dinda karena sedari tadi ia menatap kearah Revano yang sedang tertawa
"Hehh! Kamu bilang apa tadi,Udah berani ngomongin bos nya sekarang ya!" ucap Revano dengan tajamnya tatapan
"Ehhh, engak kok mana ada orang tadi bilang sama cicak yg ada di dinding." ucap Dinda sambil melirik kearah tembok
"Ckck mana ada cicak itu! "
dengus Revano sambil melirik kearah Dinda
"Alasan saja !"
***
Jam menunjukan pukul 21.30 malam,Dinda telah selesai mengerjakan semua pekerjaan yang diperintah oleh Revano.Sedangkan disisi lain Revano tengah mengerjakaan pekerjaannya yang tadi ia tinggalkan karena drama yang dilakukan Dinda yaitu menumpahkan kopi panas tepat di kemeja Revano, alhasil mereka berdua harus pulang kerumah Revano untuk mengganti kemeja Revano yang basah karena ulah Dinda.
"Aku mau pulang,semua pekerjaannya udah selesai semua." ucap Dinda yang sedari tadi meminta pulang namun permintaannya tidak digubris sama sekali oleh Revano
"Aku mauuuu pulanggggggg!!!" teriak Dinda didepan wajah Revano
"Ckck bisa gak gausah teriak-teriak,saya bisa denger tanpa kamu harus berteriak!" ucap Revano yang melayangkan tatapan tajam kearah Dinda
"Terus daritadi aku bilang lembut kamu gak dengerrrrr!!!" dengus Dinda dengan muka yang sangat kesal
"Memang sengaja." batinnya
"Baikla ayo cepat bersiap-siapla nanti saya anter kamu!" balas Revano sambil bersiap untuk mengambil kunci mobilnya
"Gak, gak usah aku pulang sendiri aja gak perlu dianter." ucap Dinda dengan tegas ia menolak untuk diantar Revano pulang,karena ia takut Revano tau akan kehidupannya serta asal usul keluarga Dinda
"Heh! Tadi kenapa kamu teriak-teriak kalo kamu gak mau dianter sama saya?" dengus Revano yang sangat kesal melihat tingkah laku Dinda
"Kan tadi cuma minta izin buat pulang! Bukan nyuruh anterin pulang." ucap Dinda yang kesal kepada Revano
"kalo kamu bukan gadis kesayanganku sudah habis kamu!" gumam Revano didalam hati
"Ckck sudahlah saya tidak menerima penolakkan,kamu mengerti!"
"Baikklah boss pemaksaa."ucap Dinda sambil menunjukkan wajah masamnya didepan Revano
***
Kini Dinda sudah sampai didepan pintu utama rumahnya,namun ia mengendap-ngedap masuk kerumahnya agar tak ada satu orangpun tau kalau ia pulang terlambat.
" Ettt..."
"Kemana aja kamu baru pulang jam segini."tanya Devano dengan tatapan tak bisa diartikan
"Emm...mmm Dindaa abis lembur bang,soalnya kan baru masuk jadinya tugas banyak yang numpuk bang."ucap Dinda sambil menatap kearah Devano
"Tadi kamu pulang sama siapa?"tanya Devano lagi yang membuat Dinda sangatlah panik
"Emm...mmm dianter temenn, ehh gak gak naik taksi bang.iyaa Dinda baru inget soalnya,hehehe."ucap Dinda yang sangat gugup melihat ekspresi kakaknya yang saat ini tengah mengintogasinya
"Ooo begitu, tapi kenapa kamu gugup bicaranya?"tanya Devano lagi
"Enggakk kok sapa bilang Dinda gugup!enggak sama sekali bahkan."ucap Dinda dengan tegas
-Baiklah sekarang masuk kekamar,lalu tidur. Kamu mengerti?"ucap sang kakak lalu pergi meninggalkan Dinda yang kini sedang terpaku menatap kepergiannya
"Iyy...aaa bang Dinda masuk dulu ya."ucap Dinda sambil berlari menuju kamarnya
"Abang tau siapa orang yang mengantarmu dek..."gumam Devano didalam hatinya
***
Keesokan paginya Dinda bangun lebih awal, lantaran ia ingat bahwa sebelum berangkat kekantor ia harus pergi ke apartemen boss nya itu.
"Maa,Dinda pergi kekantor dulu ya.assalamualaikum Maaa."ucap Dimda sambil mencium tangan kanan sang Mama
"Iya waalaikumsalamm,hati-hati ya kalo nyetir jangan ngebutt ya nak."ucap sang Mama kepada dinda
"Iyaa mama kuuu,muachhh."ucap Dinda sambil mencium kedua pipi sang Mama
"Tumben anak itu pergi pagi bangett,biasanya harus diteriakin dulu baru bangun."ucap sang Mama lantaran heran karena tidak biasanya putri kecilnya pergi sepagi ini
"Sayang emangnya hari ini ada kerjaan mendadak ya, kenapa harus pergi mesti jam segini inikan masih pagi buta Din?"tanya sang mama kepada Dinda
"Emm, bukan ada kerjaan mendadak Ma.Tapi emang jadwal Dinda harus dateng pagi."
"Karena Dinda bukan langsung kekantor melainkan harus keapartemen boss dinda dulu soalnya."ucap Dinda didalam hati
"Ohiyya yaudah kamu pergi aja hati-hati ya sayangg."ucap sang mama
***
Tokkk... Tokkk... Tokk
Suara ketukan itu berasal dari Dinda,karena ia tak memegang Card apartemen Revano alhasil ia harus mengetuk pintunya terlebih dahulu.
"Permisii... Pakkkk"
"Permisiiiii"
"Helloooo gaada orang apa!"
"Permisiiii"
"Ckck kemana sih bos gila itu katanya dia mau dilayani tapi dia sendiri gak bukain pintunya kan jadi ribet ih!!!"
0882XXXX0903
Nomor tersebut berulang kali menelpon handpone Revano,tak berenti sedikitpun nomor itu terus dan terus menelpon dan mengirimkan pesan kepada Revano. Entah siapa orang yang terus menggangunya...
"Siapa sih!Pagi buta menelpon orang gangu aja!!" dengus kesal Revano lantaran ia tidak bisa tidur nyeyak karena sedari tadi nomor itu terus menerus mengangu tidurnya
"Iya ini siapa!!!" ucap Revano dengan suara khas seraknya bangum tidur
"Ini aku,cepet bukain pintunya daritadi aku gak bisa masuk!" ucap Dinda sambil berteriak karena sudah sangat lama ia menunggu didepan pintu apartemen Revano
"Heh, rupanya kau yang daritadi mengacaukan tidur ku!" ucap Revano sedikit kesal
"Kalau begitu kau buka saja pintunya sebisa mu." ucap Revano dengan tersenyum smilknya
"Hei! Kau pikir aku Setan apa bisa keluar sana sini tanpa halangan!
"Ckck sudah kuduga ia akan membangkitkan hari-hariku dengan tingkah laku anehnya." gumamnya didalam hati
"Hei...apa kau masih disitu!!!"
"Cepatlah bukakan pintunya sudah lebih dari satu jam aku menunggumu!"
"Baiklah gadis cerewettt!Kau tekan saja angka 0910xxxx...
"Bukankah itu tanggal lahirku?" tanya Dinda kepada Revano
"Memang itu tanggal lahirmu,karena kau adalah gadis kesayangku." gumam Revano didalam hati
"Ckck sudahlah cepat siapkan pakaianku lalu buatkan aku sarapan, dan jangan banyak tanya lagi!" dengus Revano didalam teleponnya
***
Dinda Pov
"Hiss bisanya nyuruh orang aja tuhh boss."
"Kalau aku jadi boss nya udah abis kamu aku kerjain hahaha." ucap dinda yang sedari tadi mengedumel tentang Revano.Padahal ia tak tau bahwa orang yg ia bicarakan itu sudah ada dibelakangnya sejak tadi ia bicara keburukan boss nya
"Ngak capek ya daritadi bicarain saya terus?"
"Kamu gak takut nanti ujungnya kamu jadi istri saya atau bisa jadi tuhan mengirimkanmu untukku?" tanya Revano lalu tersenyum tipis dan itu membuat Dinda tersipu malu dihadapannya
Sedangkan Dinda daritadi hanya melamun sambil menatap tajam kearah Revano,entah apa yang ia tatap dari revano sehingga matanya sangat fokus tertuju pada satu orang yaitu Revano.
"Hei!kamu ngapain ngelamun?" tanya Revano yang kini sedang menatap gadis kecil kesayangnya yang sedang melamun entah apa yang ia pikirikan
"Dinda!!!"
"Eh iyayaa Pak,maaff." Dinda hanya tersenyum malu dihadapan Revano lalu ia pergi meninggalkan Revano yang masih terpaku disofa tersebut
"Ckck ternyata kamu masih seperti dulu,Adinn.." gumam Revano didalam hati
*
*
*
TBC
Mau update terus setiap hari yakan?
kasih like dan komentar kalian dong wkwk supaya aku tambah semangat lagi nulisnya dan jangan lupa beri bintang 4/5 di novelku ya, satu lagi vote jangan dilupainn wkwk terimakasih teman-teman✨
