Pustaka
Bahasa Indonesia
Bab
Pengaturan

Kembali Bersama

"Aisyah?"

"Iya, Pa."

"Kamu, ga kerja?"

"Libur, Pa."

Gani menghampiri Aisyah yang duduk di kursi ruang tamu, Aisyah menggeser bokongnya memberi ruang untuk Gani duduk di sampingnya.

Gani meletakkan secangkir kopi yang ada ditangan ke atas meja kemudian duduk bersama Aisyah yang asik menonton TV kartun kesukaannya, Gani yang mendengar tawa Aisyah hanya tersenyum gadis kecilnya kini sudah dewasa tapi sikap dan perilaku masih seperti anak kecil.

"Kamu sudah dewasa, Aisyah, kenapa tontonan kamu masih anak-anak?" tanya Mariam, datang dari dapur membawa sepiring pisang goreng.

"Biar awet muda, Ma."

"Berarti, Mama juga harus nonton Tom And Jerry, dong biar awet muda juga?" Aisyah terkekeh mendengar ucapan Mariam.

"Ga, gitu juga, Ma. Maksud aku, dengan kita nonton film yang lucu yang bisa bikin kita tertawa, dengan begitu otot-otot wajah menjadi kencang dan juga pikiran menjadi bahagia." ucap Aisyah menjelaskan kepada Mariam.

"Wah, jadi Mama harus sering nonton kartun biar, awet muda," ucap Mariam yang di angguki Aisyah tapi tidak dengan Gani.

"Umur kita sudah di tentukan sama Tuhan, Ma," ucap Gani.

"Ga ada salahnya kan, kalau minta muda terus?" ucap Mariam mengambil pisang yang ada di atas piring dan memakannya.

"Ga salah, Ma, semua manusia pasti minta muda terus dan panjang umur, tapi nasib setiap orang siapa yang tahu?" ucap Gani.

"Pakai Skincare aja, Ma?" usul Aisyah.

"Iya, terus kamu mau, makan cuma pake tempe oreg?" tanya Mariam. Aisyah menggeleng tak setuju .

"Mending uangnya di tabung," ucap Gani.

"Emang Papa ga mau, kalau Mama terlihat cantik?" tanya Mariam.

"Bukan gitu, Ma. Papa suka Mama apa adanya, dari dulu sampai sekarang."

"Dulu kan, Mama masih muda dan cantik, tapi sekarang Mama sudah tua dan keriput, Pa?" ucap Mariam menyentuh wajahnya yang terdapat kerutan dibawah mata.

"Di mata Papa, Mama masih cantik seperti dulu," ucap Gani menyakinkan Mariam.

"Cantik apanya, sudah tua gini?"

"Kalau Mama tua, Papa juga akan tua, Ma." Gani meraih tangan Mariam dan mengusap punggung tangan Mariam dengan lembut.

"Sampai kapan pun, Papa akan sayang sama Mama," ucap Gani menatap Mariam. "Dari dulu, sampai sekarang rasa cinta Papa, masih sama ke Mama," Sambung Gani.

"Gombal!" ucap Mariam dan Aisyah bersamaan.

"Kok, gombal, sih," ucap Gani tak percaya. "Papa, serius, Ma," sambung Gani menyakinkan.

"Papa cuma cinta sama, Mama?" tanya Aisyah.

"Jelas, lah, sayang," jawab Gani.

"Sama Aisyah, ga sayang?" tanya Aisyah lagi.

"Maksud kamu, apa?" tanya Gani. "Kalian berdua itu wanita cantik kesayangan Papa," sambung Gani merangkul kedua wanita yang sangat berharga di hidupnya.

"Papa, pinter banget merayu,"

"Harus, kalau ga, mana bisa Papa dapatkan Mama kamu, yang cantik, ini," ucap Gani mengedipkan mata genit.

"Ah, Papa bisa, aja," ucap Mariam tersipu.

"Hem, ada anak kecil disini, tolong hargai," ucap Aisyah sebal karena di abaikan.

"Eh, sampai lupa," ucap Mariam terkekeh melihat Aisyah yang cemberut.

"Tidak terasa ya, Ma, gadis kecil kita, sekarang sudah dewasa, cantik lagi," puji Gani.

"Iya dong, siapa dulu Mamanya," ucap Mariam tak mau kalah. Aisyah hanya menggeleng dengan tingkah kedua orang tuanya.

"Ayo, Aisyah, kita ke dapur?" ajak Mariam menarik tangan Aisyah.

"Masak yang enak, ya, sayang," ucap Gani. Sementara Mariam dan Aisyah sibuk memasak untuk makan siang mereka.

***

Hari semakin gelap saat sebuah mobil SUV putih melintas melewati jalan yang sepi, jalanan begitu gelap dan sunyi hanya cahaya lampu mobil yang menerangi jalan, dari arah belakang sebuah mobil Pick Up tampak melaju kencang hingga menyenggol badan mobil SUV, si pemilik mobil lantas menepikan mobil ke pinggir jalan kemudian turun melihat kondisi mobilnya, sementara mobil Pick Up yang menyerempet tadi berhenti si sopir keluar dari mobil dan menghampiri pemilik mobil yang dia serempet.

"Maaf, Mas, saya tidak sengaja?" ucap Gani bersalah saat melihat mobil yang dia serempet rusak.

"Tidak, apa-apa Pak," kata pria itu tanpa melihat Gani.

"Saya, akan ganti rugi."

"Tidak usah, Pak," ucap pria itu mengambil kaca spion yang lepas. "Ini, cuma ..." ucap pria itu terputus saat membalik badan menghadap Gani.

"Om, Gani!"

"Krisna," ucap mereka hampir bersamaan, karena terkejut.

"Om, minta maaf, Om tidak sengaja," ucap Gani tak enak.

"Tidak, apa-apa, Om," ucap Krisna sambil tersenyum.

"Om, tidak enak, sudah merusak mobil, kamu," ucap Gani.

"Cuma kaca spion yang lepas, nanti bisa di perbaiki lagi," ucap Krisna santai.

"Om, minta maaf, Om buru-buru mau jemput Aisyah," ucap Gani.

"Aisyah?"

"Iya, Om antar dan jemput Aisyah ke rumah sakit, karena Om tidak tega kalau Aisyah pergi sendiri," ucap Gani. Krisna tersenyum penuh arti menatap Gani.

"Om, pergi dulu, nanti Om ganti uang kamu, yang pake perbaiki mobil, kamu," ucap Gani memutar kaki melangkah menuju mobil Pick Up miliknya. Krisna hanya terdiam menatap kepergian Gani, sebuah senyuman licik terbit di bibirnya sambil memegangi benda di tangannya.

Gani tiba di depan rumah sakit tempat Aisyah bekerja, menunggu kehadiran putrinya yang belum muncul. Gani melirik jam tangannya kemudian keluar dari dalam mobil mencoba untuk masuk kedalam rumah sakit tetapi belum sampai kaki Gani menginjak lantai loby rumah sakit sebuah suara menghentikan langkahnya.

"Papa!" panggil Aisyah yang berada di samping mobil Pick Up Gani.

"Ayo, pulang," ucap Aisyah ketika Gani sudah di dalam mobil.

"Kamu, dari mana?" tanya Gani.

"Dari kantin, Pa, beli cemilan," ucap Aisyah memperlihatkan dua kantong plastik yang berisi gorengan dan minuman.

"Pantas, lama," ucap Gani. Mereka pergi meninggalkan halaman rumah sakit, selama dalam perjalanan Aisyah terus mengunyah makanan dan bercerita panjang lebar tentang pekerjaan kepada Gani, Aisyah adalah gadis manis yang manja kepada Ayahnya yaitu Gani, jika bersama dengan Gani, Aisyah lebih leluasa meminta apapun yang dia inginkan jika hanya berdua dengan Gani, seperti sekarang Aisyah meminta boneka Teddy Bear saat melewati toko boneka.

Aisyah tak henti-hentinya tersenyum saat memeluk boneka beruang besar warna Biru kesukaannya, tanpa Aisyah sadari tak jauh dari tempat mobil Gani berada seulas senyum terbit di bibir seksi pria tampan yang berada di dalam mobil. Gani baru keluar dari dalam toko dan menghampiri Aisyah yang berada di samping pintu mobil, mobil Pick Up milik Gani melaju meninggalkan toko, begitupun dengan mobil pria yang mengikuti di belakang mobil Gani.

Mobil SUV putih itu terus mengikuti mobil Pick Up milik Gani hingga sampai di depan rumah, setelah memastikan bahwa Aisyah dan Gani masuk ke dalam rumah dan menutup pintu, mobil SUV itupun pergi meninggalkan rumah Aisyah.

Unduh sekarang dan klaim hadiahnya
Scan kode QR dan unduh aplikasi Hinovel