

Cerita


The Legend of Scarlet Yang
Di ibu kota, ada satu nama yang pernah membuat seluruh negeri terpukau— Scarlet Yang. Putri ketiga dari seorang selir di kediaman jenderal. Seorang gadis dengan kecantikan yang mampu mengguncang hati siapa pun yang memandangnya. Konon, sekali ia tersenyum, ribuan orang akan jatuh dalam pesonanya. Namun di balik kecantikan itu… tersembunyi takdir yang kejam. Pada usia **lima belas tahun**, Scarlet Yang mati dengan cara yang mengerikan. Tubuhnya menyusut, wajahnya rusak tak dapat dikenali, dan darah mengalir dari tujuh lubang di wajahnya. Ia dianggap **kutukan**. Tanpa belas kasihan, keluarganya segera membakar jasadnya. Para pendeta membaca doa selama **empat puluh sembilan hari**, berusaha menenangkan roh yang dianggap membawa malapetaka. Semua orang percaya kisahnya telah berakhir. Namun mereka salah. Pada **hari ketujuh setelah kematiannya**, Scarlet Yang membuka matanya kembali. Ia hidup lagi. Membawa semua kenangan dari kehidupan sebelumnya— pengkhianatan, penghinaan, dan kematian yang kejam. Kali ini… ia tidak akan hidup sebagai korban. Dengan kecantikan yang mampu menipu dunia, dan kecerdasan yang lebih tajam dari pedang, Scarlet Yang kembali ke ibu kota. Satu per satu, mereka yang pernah menghancurkannya akan jatuh. Keluarga yang mengkhianatinya… bangsawan yang menertawakannya… dan musuh yang menginginkan kematiannya. Semua akan membayar harga yang sama. Karena kali ini— wanita yang pernah mati itu tidak kembali untuk hidup damai. Ia kembali untuk **membalas segalanya.** Dan ketika darah mulai mengalir di balik tirai istana, seluruh negeri akan menyadari satu hal— **Legenda Scarlet Yang baru saja dimulai.**


Kini Aku tidak bisa Kau jangkau
Di kehidupan sebelumnya, Jessy Ye bagaikan bidak tanpa kehendak—akalnya dipermainkan, langkahnya dijebak. Tunangan dan adik tirinya menenun dusta, hingga kedua kakinya patah dan dunianya runtuh tanpa sisa. Di kehidupan ini, sesuatu dalam dirinya terbangun. Kabut di benaknya tersibak. Dan sejak itu, tak satu pun bayangan iblis dari segala penjuru mampu menahan jejaknya yang kian mengguncang dunia. Pria itu pernah mencibir: “Wajah Jessy Ye biasa saja, tubuhnya pun tak istimewa. Mana mungkin menandingi Jenny-ku.” Lalu suatu hari, ia melihat seorang perempuan menuruni tangga— seperti cahaya jatuh dari langit. Ia tercekat. “Siapa… dia? Bidadari?” Wanita itu tersenyum congkak: “Desainku pernah dipuji oleh Angel, desainer ternama dunia.” Jessy Ye menatapnya sejenak, sorot matanya tak terbaca. “Maaf. Angel itu aku. Dan aku tak pernah memujimu.” Wanita itu tersenyum lebih lebar, penuh kemenangan: “Aku pemeran utama yang sudah ditakdirkan untuk drama ini. Kau? Pendatang baru. Pergi belikan aku kopi.” Jessy Ye menoleh pelan, suaranya tenang—terlalu tenang: “Maaf. Aku investor sekaligus penulis naskahnya. Dalam ceritaku… tak pernah ada pemeran utama yang sudah ditentukan.” Sejenak, udara seakan membeku. Baru saat itulah mereka menyadari— perempuan yang pernah mereka tinggalkan untuk dihancurkan… kini adalah SOSOK yang tak seorang pun mampu JANGKAU.


Mantan Istriku ternyata sangat Hebat
Violet, mantan big boss yang terlahir kembali sebagai gadis desa malang, dipaksa menikah ke keluarga kaya hanya untuk dicampakkan suami brengsek yang segera menceraikannya. Semua orang menertawakan: seorang “gadis kampung” mana pantas jadi nyonya konglomerat? Namun setelah perceraian, Violet justru bangkit gemilang—menjadi ratu investasi, calon orang terkaya, sekaligus terungkap sebagai putri kandung keluarga elit yang hilang bertahun-tahun. Di saat semua orang mengira ia hanya mainan, sang kepala keluarga Shen—pria nomor satu di ibu kota, terkenal dingin dan anti pernikahan—tiba-tiba berlutut di depan media, melamar Violet dengan sumpah mengejutkan: “Jika kau tak mau menikah denganku, biarlah aku masuk keluargamu, pakai margamu, dan seumur hidup hanya setia padamu seorang!”