Pustaka
Bahasa Indonesia

Clash of Gods

767.0K · Tamat
Arkeos
1216
Bab
599.0K
View
9.0
Rating

Ringkasan

Ayahnya menghilang, adiknya bunuh diri, Dewa perang akhirnya kembali, bersumpah untuk membalas dendam berdarah...

MetropolitanSupernatural

Bab 1 Kembalinya Dewa Perang

Pada awal bulan September, angin musim gugur terasa dingin.

Daun kuning jatuh di bahu lebarnya.

Alvin Willys berdiri di bawah pohon tua, dan sejauh yang dia bisa lihat adalah gedung kantor Mirex Tech.

"Kakak, mereka bekerja sama untuk menjebakku, aku sudah tidak bisa hidup lagi."

Dua bulan yang lalu.

Rantai modal Mirex Tech terputus, Dewan Komisaris, Alvan Willys, menanggung hutang sebesar 2,4 triliun, dan perusahaan digadaikan kepada Alex Hermawan, sebuah perusahaan Karhoo.

"Kakak, maafkan aku, Aku pergi dulu."

Pada jam 12 tengah malam, Alvan melompat dari atap dan meninggal di tempat.

Satu generasi talenta bisnis jatuh.

Siapa pun yang memiliki mata yang tajam dapat melihat masalahnya, pusat perbelanjaan seperti medan perang, dan Alvan adalah korban yang malang.

Dalam angin dingin.

Alvin menarik napas dalam-dalam dan menatap bintang-bintang yang bersinar di langit.

"Alvan, maafkan aku, kakak terlambat kembali."

"Kamu jangan khawatir, semua orang yang menjebakmu akan pergi menemanimu."

Dalam lima tahun yang lalu, Alvin pergi menjadi tentara di Perbatasan Barat yang sedang dilanda perang.

Dimulai sebagai seorang prajurit muda, dia membunuh musuh dengan berani dan memenangkan banyak pertempuran, akhirnya dia dipromosikan menjadi panglima partai dan menjadi Dewa Perang yang dikagumi semua orang.

Sekarang, dia sudah kembali.

Di malam hari, sosok suram berjalan keluar dari kegelapan dan menyerahkan buku catatan biru kecil kepada Alvin.

Dia adalah Caleb Loekito, dia telah mengikuti Alvin melewati berbagai bahaya hingga sekarang dan teman baiknya Alvin di medan perang.

"Kakak Besar, hanya orang lemah saja, kenapa harus kamu yang melakukannya sendiri?"

"Selama kamu memberikan perintah, aku berani menjamin dalam tiga hari kemudian Perusahaan Karhoo dan Alex mereka semua akan menghilang dari dunia."

Alvin menggelengkan kepalanya.

"Ada beberapa hal mesti harus aku yang melakukannya sendiri."

"Aku sudah mengerti."

Caleb menundukkan kepalanya dan menghilang dengan cepat seperti embusan angin, tanpa meninggalkan jejak.

Alvin merapikan pakaiannya dan berjalan menuju ke perusahaan Mirex Tech yang berada tidak jauh.

Saat hendak memasuki pintu, seorang lelaki tua yang terlihat lesu membawa tas, berjalan perlahan-lahan ke arah Alvin.

"Maaf..." Pria tua itu mengangkat kepalanya hendak untuk meminta maaf, ketika dia melihat wajah Alvin yang penuh tekad, matanya menjadi basah, "Tuan Muda, Anda sudah kembali?"

"Ya, Paman Lukman, aku sudah kembali."

Lukman Chairul adalah karyawan lama perusahaan Mirex Tech, dia menyaksikan Alvan dan Alvin dari kecil hingga tumbuh dewasa, bagi Alvin, dia tidak hanya anggota perusahaan, melainkan juga seorang penatua yang baik hati seperti Kakeknya.

Lukman memandang Alvin, lalu melihat kembali ke gedung perusahaan, dan dia terlihat kecewa.

"Anda terlambat kembali."

Pada saat ini, datang seorang pria pemuda dengan rambut merah dan sebatang rokok di mulutnya.

"Pak tua, apa yang kamu lakukan di sana?"

"Aku menyuruhmu untuk berkemas dan pergi dari sini, apa kamu tidak mendengarnya?"

"Jika kamu masih tidak pergi, percaya atau tidak, aku akan memukulmu?"

Lukman mengangguk berulang kali, "Baik,baik,baik, aku akan segera pergi."

Karena takut dan cemas, tangan Lukman gemetaran, dan tasnya jatuh ke lantai, isinya jatuh terguling-guling di mana-mana.

"Hei, pak tua, beraninya kamu mengotori tempatku?"

Pemuda berambut merah itu berjalan mendekat dengan cepat, dia mengangkat kakinya dan menendang perut Lukman.

Terdengar suara keras.

Lukman berdiri di tempat dengan utuh, sedangkan pemuda berambut merah itu terbaring lima meter di belakang pintu utama

Sosok besar dan tingginya Alvin telah berdiri di depan Lukman.

"Kamu, beraninya kamu memukulku?"

"Apakah kamu tahu siapa aku?"

Alvin menatap pemuda berambut merah itu dengan dingin, dia melangkah maju selangkah dan melihat wajah Patrick Hermawan.

"Kamu siapa?"

Lukman kaget, dia segera melangkah maju untuk menarik Alvin pergi, dan berkata dengan cemas: "Tuan Muda, jangan gegabah. Dia adalah keponakan Alex, Ketua Dewan Komisaris perusahaan, kita tidak boleh menyinggungnya, ayo cepat pergi."

"Pergi?"

Patrick berdiri dan membersihkan lengan bajunya, dia melambaikan tangannya, tujuh hingga delapan penjaga keamanan bergegas keluar dan mengepung keduanya.

"Apakah kalian pikir kalian bisa pergi?"

Lukman ketakutan hingga gemetaran, dan buru-buru berkata: "Manajer Patrick, aku benar-benar minta maaf, Tuan Muda, dia baru saja kembali dan tidak mengerti apa-apa, dia tidak tahu identitasmu, di sini aku mewakilinya untuk minta maaf padamu.

"Minta maaf?" Patrick melangkah maju dan menepuk wajah Lukman dengan pelan-pelan, "Jika minta maaf berguna, buat apa ada polisi?"

"Bunuh bajingan ini dan pak tua itu."

"Jangan berbelas kasihan, aku yang akan bertanggungjawab."

"Maju!"

Beberapa petugas keamanan datang dengan membawa tongkat listrik.

Lukman sangat cemas hingga air matanya hampir jatuh, "Tuan Muda, Anda telah membuat masalah, apa yang harus kita lakukan?"

Alvin menggelengkan kepalanya dan maju selangkah, dia melindungi Lukman di belakangnya.

Bagi Dewa Perang yang berada di medan perang, hanya beberapa penjaga keamanan saja, dia sama sekali tidak mengangap mereka serius.

Tepat ketika penjaga keamanan hendak maju bersama, tiba-tiba, sebuah mobil BMW perak berhenti di luar gedung perusahaan.

Pintu mobil terbuka, seorang pria dengan setelan jas dan sepatu kulit keluar dari mobil.

Orang ini adalah Alex, Ketua Dewan Komisaris Perusahaan Mirex Tech sekarang ini.

"Apa yang terjadi?"

Ketika penjaga keamanan melihat Alex, mereka semua ketakutan.

Patrick mendatanginya dan berkata, "Paman Kedua, ada yang ingin membuat masalah, dan kami berencana untuk memberi mereka pelajaran."

"Oh? Siapa yang begitu berani?"

Alex melangkah maju dan melihatnya, kemudian dia merasa geli.

"Yoo, bukankah ini Alvin?"

"Aku dengar lima tahun yang lalu kamu pergi untuk menjadi tentara, dan tidak ada kabar, kenapa tiba-tiba kamu kembali?"

Alex berkata kepada Patrick, "Ini adalah Kakak kandungnya mantan Ketua Dewan Komisaris."

Patrick mencibir di dalam hatinya,

Bukankah mantan Ketua Dewan Komisaris adalah Alvan? Orang tidak berguna yang memiliki hutang 2,4 triliun dan dipaksa hingga bunuh diri dengan melompat dari gedung itu.

Adiknya orang yang tidak berguna, bagaimana mungkin Kakaknya bisa lebih baik?

Alex berkata sambil tersenyum, "Kita semua bukan orang luar. Ini hanya salah paham, ayo masuk dan minum bir bersama."

Dia membawa Alvin berjalan ke aula.

Patrick tersenyum dingin dan mengikuti dengan cermat.

Lukman melihat sosok Alvin masuk dengan khawatir, dia cemas tetapi tidak berdaya, dia mengerti Alex 'mengundang' Alvin masuk ke dalam pasti akan melakukan hal yang tidak baik.

"Tuan Muda, Anda jangan sampai terjadi apa-apa."

Di perusahaan, Alvin mengikuti Alex ke lobi.

Hari ini adalah rapat tahunan perusahaan, semua karyawan berdandan cantik, berpenampilan luar biasa untuk hadir, mereka mengenakan emas dan perak, terlihat seperti orang kelas atas.

Alvan meninggal kurang dari sebulan, tetapi mereka telah melupakannya sejak lama, bahkan mereka hidup dengan senang dan bahagia.

Alex memimpin Alvin ke atas panggung, lalu bertepuk tangan, dan memberi isyarat kepada semua orang untuk tenang.

Kemudian, dia tersenyum menghadap mikrofon dan berkata, "Rekan-rekan yang terhormat, izinkan aku untuk menunda waktu kalian satu menit dan memperkenalkan orang yang ada di sebelahku ini kepada kalian."

"Dia adalah Alvin, Kakak dari mantan Ketua Dewan Alvan pecundang yang melompat dari gedung."

Semua orang yang ada di bawah panggung memandang Alviin dengan tatapan menghina

Patrick merasa senang dan tertawa terus, kemudian dia memimpin untuk bertepuk tangan.